Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi akibat Hujan Lebat disertai Petir dan Angin Kencang di Sumsel

Info Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (FOTO: IS)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Seiring aktifnya musim hujan di wilayah Sumsel dengan indikasi masih aktifnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air, Sumsel masih berpotensi untuk terjadinya hujan lebat.

Tak hanya itu, angin juga akan mengalami peningkatan pada siang-sore hari sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam-dini hari.

Secara lokal, permukaan Sumsel yang umumnya berkarakteristik rawa dan Ssngai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (Belahan Bumi Selatan).

Terjadinya sirkulasi Eddy di Samudera Hindia sebelah Barat-Barat Daya Sumsel menyebabkan adanya belokan (trough) dan pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel yang menuju sistem tekanan rendah tersebut yang meningkatkan suplai uap air untuk pertumbuhan awan konvektif (awan hujan akibat pemanasan matahari).

Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (Dataran Tinggi Bukit Barisan) Angin Lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia yang meningkatkan pertumbuhan awan Orografik (awan hujan akibat ketinggian permukaan).

Berdasarkan kondisi regional dan lokal ini akan menyebabkan peningkatan dan kontinyuitas (terus menerus) curah hujan di wilayah Sumsel bagian barat yakni pada wilayah dataran tinggi (Bukit Barisan) yang akan berdampak potensi adanya bencana hidrometeorologi (genangan/banjir, banjir bandang dan tanah longsor) di sejumlah wilayah di Sumsel.

Sedangkan Potensi Bencana Hidrometeorologi (Angin Kencang/Puting Beliung dan Genangan/Banjir) pada wilayah Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, Kab. Banyuasin, Kota Palembang, Kab. OKI, Kab. OI, Kab. OKU Timur, Kab. OKU dan Kab.OKU Selatan.

Lihat Juga :  Masker Langka di Palembang, Harga Melonjak Rp1,6 Juta per 1 Kotak

Secara umum kondisi Hujan disertai petir dan angin di wilayah Sumsel akan berpotensi meningkat pada tanggal 03-07 Februari 2020 dan akan menurun pada 08-10 Februari 2020. Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi selama musim hujan.

Kepala Stasiun BMKG Palembang, Bambang Benny S mengimbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi.

“Banyak hal bisa dilakukan termasuk perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase, memangkas/mengurangi dahan dan ranting pohon agar tidak tumbang, perbaikandaerah aliran sungai, menyiapkan kolam-kolam retensi, memprioritaskan transportasi udara dan air tidak pada siang-sore hari, berhati-hati beraktifitas di luar rumah dengan tidak berteduh di bawah pohon dan menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang-sore hari,” pungkasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*