Waskita Precast Ancam Pecat Karyawan Yang Terjerumus Napza

Sebanyak 550 karyawan Waskita Precast Beton Palembang mengikuti sosialisasi bahaya napza dan tes urin untuk meningkatkan kesadaran K3. (Yuni)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Sebanyak 550 karyawan dari tiga pabrik milik PT Waskita Beton Precast Tbk mengikuti sosialisasi bahaya narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif (napza) di Plant Gasing, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (5/2/2020).

General Manager (GM) Resiko dan K3L Waskita Beton Precast Irvan Pandjaitan mengatakan, sosialisasi bahaya napza ini merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2020 yang berlangsung sejak 12 Januari-12 Februari.

Tujuan utama sosialisasi bahaya napza adalah agar seluruh karyawan sehat tanpa terkontaminasi hal yang bisa mengurangi produktifitas dan meningkatkan resiko kecelakaan saat bekerja. Karena jika sudah terpapar narkoba, ketergantungan akan zat kimia berbahaya tersebut sangat tinggi.

“Untuk mengantisipasi dampak buruk itu, maka dilakukan tindakan preventif dengan sosialiasi, agar seluruh insan Waskita Beton Precast tidak terpapar narkoba. Kita lakukan sosialisasi ini kepada ribuan karyawan di seluruh plant yang ada di Indonesia,” ujar Irvan.

Irvan tidak segan-segan mengeluarkan ultimatum pemberhentian bagi karyawannya yang terlibat dalam hal-hal yang berhubungan dengan napza. Karena mengonsumsi atau terlibat dalam peredaran narkotika dapat meningkatkan resiko kecelakaan kerja dan mengurangi kualitas produktifitas saat bekerja.

“Kita tidak akan segan-segan memecat karyawan yang terlibat peredaran atau terbukti mengonsumsi narkoba,” tegas dia.

Lihat Juga :  Sudah Bisa Dipesan, PT KAI Divre III Palembang Sediakan 63.228 Tiket Mudik Lebaran
Manajer Plant Gasing Waskita Beton Precast disaksikan General Manajer Resiko dan K3L Irvan Pandjaitan menandatangi komitmen untuk memberantas paparan narkotika di dalam lingkungan kerja, Rabu (5/2/2020). (Yuni)

Dalam rangkaian peringatan bulan K3 ini, Waskita Beton Precast bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional untuk melaksanakan tes urin bagi seluruh karyawan. Irvan menegaskan wilayah kerja Waskita Beton Precast harus bebas dari paparan napza.

“Ini pun sebagai komitmen PT Waskita mematuhi peraturan yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan di K3 sudah jelas yaitu ada pencegahan terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kekhawatiran kita jika ada pekerja yang mengonsumsi napza bisa saja berpotensi menjadi kecelakaan kerja. Ini yang mendasari kita melakukan kegiatan ini,” kata Irvan.

Hadir dalam sosialisasi diantaranya Direktur Keuangan Antonius YT Nugroho, Manager Plant Gasing Ngasri Yaumi, dan Manager Batching Plant LRT Heru Purnomo. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*