Warga Harap Harap Cemas Soal Pelayanan Kesehatan Jika BPJS Turun

Aktivitas BPJS Kesehatan (FOTO: IST)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan mendapat tanggapan positif dari peserta. Namun, banyak juga yang khawatir pembatalan tersebut bakal mengurangi pelayanan kesehatan yang diberikan.

Aji Yulianto Kasriadi Putra, (27) warga Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning mengaku senang karena iuran BPJS Kesehatan kembali ke nominal sebelumnya.

Menurutnya, dirinya beserta 3 anggota keluarganya yang lain tadinya menjadi peserta Kelas I. Saat iurannya masih Rp 80 ribu, artinya dirinya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp320 ribu. Kenaikan di awal tahun lalu membuat pengeluarannya membengkak menjadi Rp640 ribu.

Karyawan swasta ini pun mengaku tetap membayar kenaikan iuran tersebut selama dua bulan. Tetapi, memasuki bulan ketiga dirinya mengajukan penurunan kelas menjadi kelas II.

“Saya sempat jalani dua bulan dan cukup berat. Makanya, saya pindah ke Kelas II. Jadi iuran yang harus dibayar hanya Rp440 ribu,” katanya.

Dengan adanya pembatalan dari MA, dirinya berencana untuk naik kelas lagi. “Kalau turun seperti yang diumumkan, tentu ini kembali seperti semula lagi jadi Kelas I,” ungkapnya.

Lihat Juga :  Polda Sumsel Siagakan 100 Personel Khusus Cegah Virus Corona

Lain halnya dengan Alwi Alim, warga Macan Lindungan. Ia mengaku jika pelayanan yang diberikan cukup baik selama menjadi peserta BPJS Kesehatan khususnya di Kelas I. Apalagi, kedua orang tuanya harus bolak-balik rumah sakit untuk rawat jalan. Sehingga dengan adanya program BPJS Kesehatan sangat terbantu.

Namun, dirinya khawatir dengan adanya pembatalan iuran, pelayanan terhadap peserta BPJS Kesehatan dari fasilitas kesehatan menjadi berkurang. “Tujuan naik iuran kan untuk mengatasi defisit. Agar kewajiban pembayaran ke RS menjadi lancar. Kalau ini dibatalkan, takutnya pelayanan dari RS menjadi berkurang,” pungkasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*