Truk Yang Ditumpangi Puluhan Pelajar Masuk ke Jurang di Lahat

Dump truck pembawa puluhan pelajar mengalami kecelakaan dengan terjatuh ke jurang di Tebing Maut, Desa Bunga Mas, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Rabu (12/2/2020). (Foto:Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN, LAHAT – Satu unit dump truk yang mengangkut puluhan penumpang masuk ke dalam jurang di Tebing Maut, Desa Bunga Mas, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Rabu (12/2/2020). Sebanyak 34 orang menjadi korban, 31 diantaranya pelajar, satu sopir, dan dua merupakan karyawan perusahaan pemilik truk.

Paur Humas Polres Lahat Aiptu Lispono mengatakan, peristiwa terjadi pada pukul 07.00. Seluruh korban mengalami luka-luka dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Seluruh korban selamat, hanya mengalami luka-luka. Yang mengalami luka cukup serius yakni karyawan perusahaan itu. Yang lainnya luka ringan, tidak ada yang tewas,” ujar Irwansyah.

Dirinya berujar, truk tersebut merupakan kendaraan milik PT Prisma Cipta Mandiri (PCM). Truk biasa digunakan menjadi kendaraan antarjemput pelajar yang bersekolah sekitar perusahaan. Saat kejadian, truk warna kuning bernopol BG 8242 E tersebut mendadak mati mesin saat berada di tanjakan Jalan Lintas Palembaja. Akibatnya, kendaraan meluncur mundur dan jatuh ke dalam jurang.

Lihat Juga :  17 Agustus, Shelter Dempo Ajak Para Petualang Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Bukit Besar
Seluruh korban selamat mengalami luka dilarikan ke puskesmas terdekat. (Foto: Narazaya Ilmi)

Saat ini, seluruh korban sudah mendapatkan perawatan medis sementara untuk truk yang jatuh ke jurang masih dalam proses evakuasi. Polres Lahat melalui Polsek Kikim Timur telah mengimbau perusahaan untuk tidak mengoperasikan kendaraan truk untuk antarjemput pelajar karena tidak sesuai dengan standar dan fungsinya.

“Kecelakaan diakibatkan kondisi jalan yang buruk dan menanjak. Kondisi mobil juga diduga kurang perawatan dan tidak layak pakai, apalagi untuk sarana angkutan anak sekolah. Kami sarankan untuk kendaraan serupa ini tidak dipakai lagi untuk antarjemput anak sekolah,” kata Lispono. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*