Tangis Haru Selimuti Mahasiswa Setiba di Palembang : Semua Transportasi Sepi, Toko Tutup, Kami Hanya Mendekam di Kamar

Setibanya di tanah air, ketujuh mahasiswa langsung disambut pihak keluarga. (FOTO: IST)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Isak tangis dan haru mewarnai pertemuan para mahasiswa asal Muaraenim yang kuliah di Tiongkok.

Ke tujuh mahasiswa asal, OKI, Muaraenim, Palembang, OKUS disambut hangat keluarga. Mereka berpelukan dan bertukar kabar. Salah satu Mahasiswa Changcun University, Anisa Sekar (18) menangis saat bertemu orang tuanya.

Anisa menceritakan kejadian selama di China sebelum pulang ke tanah air begitu mencekam. Kebutuhan sangat sulit didapat. Untuk mengatasinya. Bahkan untuk masker pun juga sudah mulai terbatas. Dirinya bersama rekan sekamarnya pun terpaksa harus mendekam di dalam kamar di tengah kondisi yang membingungkan. Toko pada tutup, transportasi sepi. Jadi mahasiswa hanya membatasi di kamar saja.

“Kondisi di sana sama seperti kota lain, sepi. banyak keluhan sangat kekurangan masker. Bahkan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok berusaha membantu masker. Kita juga sama KBRI selalu berhubungan,” jelas dia.

Sementara itu, Kasi pengendalian karantina dan surveilance Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Palembang, Dr Fenty mengatakan, pemeriksaan terhadap para mahasiswa yang baru saja tiba dari China dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka baik-baik saja. Menurutnya setelah melakukan pemeriksaan Thermal Scanner didapatkan kondisi sehat tidak ada masalah.

Lihat Juga :  AMPERA Gelar Aksi Tolak Pengesahan RUU Omnibus Law

“Kita tetap waspada terhitung 14 hari setelah kedatangan ke tanah air, kita akan tetap pemantauan. Kita lengkapi teman-teman ini yellow card atau kartu kewasapdaan. Data kesehatan mereka ada di lembar itu. Kalau ada keluhan, bisa dibawa ke fasilitas kesehatan sehingga teman-teman tau kalau mereka dari China,” ujar dia.

Menurutnya pemeriksaan kesehatan bagi penumpang darj luar negeri tidak hanya dari China saja. Singapura dan Malaysia yang memiliki penerbangan langsung ke Palembang pun turut diperiksa. Fenty mengatakan, masa inkubasi atau sebaran virus Corona akan terus dipantau selama 14 hari. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*