Tanaman Anggrek Dipilih jadi Simbol Cinta dan Pelestarian Alam

Konservasi tanaman anggrek sebagai upaya pelestarian lingkungan. (FOTO: MALA ANINDHITA/MATA ANGIN)

MATA ANGIN, BANGKA – Bangka Flora Society (BFS) memiliki cara yang unik dalam peringatan Hari Gerakan Sejuta Pohon Dunia di Provinsi Bangka Belitug.

Puluhan jenis batang anggrek dari enam spesies mulai dari, Anggrek Bulan (Phalaeonopsis Sumatrana), Anggrek Tanduk Rusa (Cernu Cervi), Anggrek Larat (Oncidium), Anggrek Dasi (Bulbovilum), Anggrek Kantung (Bogoriensis) dan Anggrek Gergaji (Thrixspermum) menghiasi aksi lingkungan yang digelar di Kawasan Sungai Upang Desa Bawah Tanah, Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka.

“Sebanyak 78 batang anggrek dari enam spesies yang saat ini sudah mulai langka dan sulit ditemui saat ini,” kata Sekretaris BFS, Fahmi Andika.

Tidak hanya BFS, penanaman juga melibatkan anggota komunitas Sahabat Alam Sungai Upang, siswa Pramuka Saka Kalpataru, masyarakat serta pengunjung. Mereka sengaja memilih lokasi tersebut sebagai bentuk peremajaan kembali lokasi pascakebakaran hebat yang melanda saat kemarau beberapa waktu lalu.

“Seluruh kegiatan kali ini merupakan upaya untuk melestarikan lingkungan dan menjaga ekosistem Sungai Upang, kami juga memilih Kayu Perupuk dan Jambu Ubak jenisnya karena memiliki karakteristik yang cocok untuk ditanam di Tepian Sungai Upang,” katanya.

Lihat Juga :  Pasukan Perdamaian PBB: Misi Mulia Yang Berbahaya

Upaya pelestarian penanaman anggrek ini pun tetap dilakukan seminggu sekali di Tepian Sungai Upang melalui kegiatan ‘Minggu Menanam’.

“Kami ingin menanamkan kepada masyarakat khususnya anak-anak dan pemuda untuk lebih cinta dan tetap melestarikan alam, karena alam merupakan paru-paru dunia bagi manusia,” jelas Fahmi.

Sungai Upang, diakuinya memang memiliki konsep wisata edukasi. Selain pengunjung dapat berekreasi dan berkemah, nilai nilai edukasi terhadap pelestarian lingkungan juga dilakukan.

Ia menyebut jika penanaman tanaman anggrek, konservasi tanaman anggrek Bangka Belitung (Babel) di Pulau Anggrek yang dinamakan ‘Pulau Anggrek Elsye Lestari’ berada di tengah Sungai Upang, untuk menjangkaunya perlu mengayuh perahu yang memang sudah disiapkan dan sering digunakan masyarakat sekitar dalam beraktifitas sehari-hari di kawasan tersebut. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*