Tak Kunjung Diresmikan, Fasilitas Tol Kayuagung-Palembang Dicuri dan Dirusak

Barang perlengkapan di Tol Kayuagung-Palembang dicuri dan dirusak oknum tidak bertanggung jawab. (Foto Ilustrasi: Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN, KAYUAGUNG – Fasilitas dan peralatan pelengkap jalan tol Trans Sumatera ruas Kayuagung-Palembang, Sumatera Selatan dicuri dan dirusak. Hingga saat ini operasional ruas tol tersebut masih belum dibuka untuk umum dan masih menunggu diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kepala Proyek Tol Seksi I Ruas Kayuagung-Palembang Gunawan mengatakan, barang perlengkapan yang dicuri dan dirusak tersebut mengganggu penyempurnaan pembangunan tol yang hampir selesai 100 persen. Barang-barang yang dicuri tersebut yakni tiang pagar pembatas jalan (guard rail) dan pagar panel pembatas. Sementara barang yang diduga sengaja dirusak yakni pagar panel pembatas di area jembatan penyebrangan orang.

“Tiang guard rail itu yang hilang ada sekitar 20 unit di STA 25, padahal kita sudah ada patroli kemananan tapi masih saja (dicuri). Ini pencurian dilakukan oknum masyarakat, sudah dilaporkan ke polsek setempat nanti akan kita teruskan ke Polres OKI juga,” ujar Gunawan, Selasa (10/3/2020).

Kondisi ini membuat pihaknya harus memperbaiki sebelum peresmian. Di luar pencurian dan pengrusakan, terdapat kerusakan bagian jalan di STA 18 yang perlu diperbaiki. Pihaknya menargetkan seluruh perbaikan selesai pada pertengahan bulan Maret ini.

“Fisik ada beberapa perlu perbaikan, seperti pengerjaan aspal tapi minggu ini juga sudah mulus lagi. Sudah hampir sempurna, kita nilai sudah 95 persen, apa lagi nantinya untuk jembatan besar Ogan, penghubung tol Palembang-Betung diperkirakan selesai antara Maret dan April ini,” kata dia.

Lihat Juga :  Dihantam Badai Pandemi, Ketua DPRD OKI Ajak Masyarakat Tetap Semangat Majukan Negara

Sebelumnya Tol Kayuagung-Palembang sepanjang 33,5 kilometer ini direncanakan bakal diresmikan presiden pada Februari lalu. Jalan tol ruas ini sempat difungsionalkan pada arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020.

Berdasarkan hasil evaluasi selama masa fungsional tersebut, tingkat kepadatan lalu lintas di tol ini cukup tinggi. Pada 20 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020, rata-rata per hari mencapai 17 ribu pengendara masuk dan keluar tol. Kendaraan yang melintas didominasi berplat nomor Sumatera Selatan, Lampung, dan Jakarta.

Pengelola jalan tol pun rencananya akan menggratiskan tarif selama 2 pekan pertama setelah diresmikan presiden dan mulai beroperasional.

“Dua minggu awal masih gratis paling cepat, bisa sampai 1,5 bulan sambil kita evaluasi,” kata dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*