Sumsel Siapkan Lokasi Karantina Virus Corona

Ilustrasi, Pemprov Sumsel menyiapkan lokasi khusus untuk karantina yang terpapara virus corona.(FOTO: IST)

MATA ANGIN, PALEMBANG  Dinas Kesehatan Sumatera Selatan menyiapkan tempat khusus karantina serta satgas pencegahan dan penanggulangan khusus untuk antisipasi virus COVID-19 atau corona menyebar.

Tempat karantina yang disiapkan yakni di Pusat Krisis Kementerian Kesehatan yang berada di dekat Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Lokasi tersebut tengah dilengkapi dengan peralatan untuk penanggulangan secara bertahap dan dapat menampung hingga 30 orang untuk keperluan observasi.

“Kami harap lokasi ini cukup untuk menampung jika memang ada yang harus dikarantina. Kalau kurang, nanti akan dipikirkan kembali lokasi penambahan tempatnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, Rabu (4/3/2020).

Selain lokasi karantina, pemprov pun membentuk satgas khusus penanggulangan virus corona yang saat ini sudah dalam proses finalisasi dan segera bertugas dalam waktu dekat.

“Pembentukan satgas ini berdasarkan instruksi dari gubernur. Kami sudah menyusun draftnya dan akan dijalankan dalam waktu dekat sehingga nanti pembagian tugas kepada instansi terkaitnya jelas dan sesuai SOP,” kata dia.

Saat ini, upaya mencegah menyebarnya virus COVID-19 di Sumsel yakni dengan mengaktifkan thermal scanner di setiap pintu kedatangan bandara dan pelabuhan, baik internasional maupun domestik. Petugas medis akan secara detail memeriksa setiap orang yang datang apabila terindikasi terkena virus dengan gejala demam, batuk, disertai sesak napas.

Petugas medis yang berjaga di setiap pintu kedatangan pun akan memeriksa riwayat kunjungan setiap orang yang terindikasi terpapar virus.

“Sebenarnya ini sudah dilakukan sejak lama, tapi setelah dua pasien positif di Indonesia kita jadi lebih waspada. Kita juga membagikan kartu untuk pemantauan lebih lanjut sehingga para penumpang yang terindikasi nantinya akan terus dipantau selama masa inkubasi.

Lihat Juga :  Sejoli Tenggelam di Sungai Musi, Warga Sempat Berupaya Tolong Korban yang Terombang ambing

Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Palembang Nur Purwoko berujar, thermal scanner di pintu kedatangan domestik telah dipasang sejak 22 Januari lalu namun baru diaktifkan pada Selasa (3/3) sejak ada kasus positif corona ada di Indonesia. Pihaknya mengerahkan 38 petugas KKP untuk disiagakan di pintu kedatangan Bandara SMB II Palembang dan Pelabuhan Boom Baru.

Dirinya berujar, thermal scanner tidak bisa mendeteksi virus apabila seseorang yang terindikasi terpapar virus tidak mengalami gejala demam, namun gejala lainnya seperti sesak napas dan batuk dialami. Oleh karena itu, petugas KKP secara detail menggali riwayat kunjungan setiap orang yang terindikasi terpapar virus corona melalui alert card.

“Terkadang terduga tidak disertai panas sehingga thermal scanner kesulitan untuk mendeteksinya. Alert Card ini tidak diberikan ke semua penumpang, hanya yang terindikasi saja mengingat saat ini keterbatasan pembiayaan. Untuk saat ini, alert card sendiri hanya diberikan ke penumpang yang datang dari Internasional,” kata dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*