Strategi di Masa Pandemi, Fikri Koleksi UMKM Mitra Binaan Pertamina Produksi Masker Songket

TETAP PRODUKSI SONGKET - UMKM Binaan PT.Pertamina Fikri Kolesi Songket yang berada dikawasan jalan talang kerangga palembang masih tetap produksi tenunan kain songket di masa pandemi cobid 19, Sabtu (15/8/20) . Kondisi ekonomi yang melemah saat covid 19, memaksa industri kerajinan khas palembang ini harus tetap bertahan agar karyawan tetap bisa bekerja. (FOTO: MARDIANSYAH/MATA-ANGIN.COM)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Situasi di tengah pandemi Covid-19 menuntut setiap pelaku usaha untuk melakukan berbagai upaya dan kreatifitas agar tetap bertahan. Sebagaimana usaha kerajinan khas daerah yang ikut terdampak akibat melemahnya industri pariwisata. Manfaatkan peluang bisnis, kini tak sedikit dari UMKM konveksi beralih menjadi produsen (APD) seperti masker.

Pertamina dalam hal ini mendorong UMKM binaannya lewat pendampingan dan pemesanan, seperti pada pengrajin tenun songket Palembang, Fikri Koleksi. Region Manager Commrel & CSR Pertamina Sumbagsel, Dewi Sri Utami menyebutkan, sejak awal merebaknya Covid-19 Pertamina telah melibatkan UMKM binaan untuk memenuhi kebutuhan APD baik kebutuhan untuk internal pekerja maupun dibagikan kepada masyarakat umum.

STRATEGI DI MASA PANDEMI – Guna bertahan dan mempertahankan karyawan untuk tetap bekerja dimasa pandemi covid 19 , Fikri Kolesi songket dan juga mitra binaan PT.Pertamina memproduksi APD yang berupa masker kain berbahan songket , Sabtu (15 /8/20). Ini merupakan strategi yang harus dilakukan agar tetap eksis dalam masa perekonomian yang menurun . (FOTO: MARDIANSYAH/MATA-ANGIN)

“Kita menggandeng pelaku usaha dari industri terkait untuk ikut menanggulangi penyebaran Covid-19 lewat produksi APD masker, hand sanitizer, face shield maupun baju hazmat. Kita pastikan semua harus memenuhi standar kesehatan,” kata Dewi.

Sementara itu Fikri, selaku pemilik Fikri Koleksi menjelaskan, Ia bersama timnya telah mulai membuat masker sejak bulan Maret. Masker yang diproduksi yakni dengan menggunakan jenis kain khas Palembang, jumputan dan tenun songket. Motif etnik dengan berbagai varian warna menjadi ciri khas yang menambah nilai jual produknya.

Lihat Juga :  Mata Air Asin yang Tersembunyi di Tepian Anak Sungai Lematang

Terlihat ada empat orang pegawai yang menjahit maupun membuat pola. Soal produksi, Fikri Koleksi tidak menyebutkan target, namun rata-rata masker yang bisa dihasilkan mencapai sekitar 20pcs perhari. Masker dibandrol mulai dari Rp.15.000,- sampai dengan Rp.30.000,- untuk jenis kain songket asli, dan biasanya diburu oleh para kolektor masker khususnya ibu-ibu.

“Standar masker kita dua lapis dan dibuat senyaman mungkin. Produksinya tiap hari untuk stok di toko kan karena biasanya dibeli sekalian oleh pengunjung yang mencari kain, selain juga dipesan dari instansi swasta atau pemerintah. Kalau Pertamina positif sekali responnya, sudah ada ribuan masker, juga wastafel protable yang kita salurkan kepada Pertamina”, tutur Fikri .

MASKER KAIN – Selain menjual kain songkat khas palembang , Fikri Koleksi juga menjual masker,face shile dan alat pencucitangan dimasa pandemi covid 19, Sabtu (15/8/20). Masker kain sendiri bisa dibeli satuan bahkan Fikri Kolesi menjual pakaian songket dan jumputan lengkap dengan masker kain yang senada. (FOTO: M MARDIANSYAH/MATA-ANGIN)

Periode Januari – Juli 2020 Pertamina telah menjaring sekitar 134 UMKM di lima Provinsi wilayah Sumatera, dengan total penyaluran hingga 19 Milyar. “Kita berusaha terus mengawal UMKM yang sudah kita bina, terlebih bangkit di era kenormalan baru. Peluang seperti ini diharapkan dapat memilihkan perekonomian pelaku usaha yang terdampak Covid-19,” pungkasnya. (kontributor: Mardiansyah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*