Serobot Kawasan Latihan Gajah, 10 Warga Ditahan Polisi

Gajah di PLG Lahat terpaksa dievakuasi karena berkonflik dengan warga. (Dokumentasi KSDA Seksi II Wilayah Lahat)

MATA ANGIN — Satuan Reserse Kriminal Polres Lahat menangkap 10 warga Desa Padang Baru, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan karena melakukan penyerobotan lahan dan perusakan kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) Bukit Serelo. Sedikitnya 30 hektar lahan Hutan Suaka Alam Isau-Isau rusak akibat pembalakan.

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap mengatakan, 10 warga tersebut ditangkap untuk beberapa kasus. Sebanyak 2 orang, yang juga berperan sebagai otak dalam penyerobotan tersebut, terlibat dalam penebangan liar yang dilakukan di kawasan tersebut pada Agustus 2018. Sebanyak 3 orang terlibat dalam perusakan kantor BKSDA Seksi II Wilayah Lahat pada 4 Maret 2019. Serta 5 orang lainnya yang terbaru, ditangkap dalam kasus perambahan dan penebangan secara liar beberapa hari lalu.

Dirinya berujar, dalam melakukan penyelidikan pihaknya mengedepankan langkah persuasif kepada warga untuk tidak meneruskan penyerobotan lahan dan perambahan ilegal tersebut untuk menghindari konflik horizontal. Setidaknya perambahan itu sudah dilakukan sebanyak 30 kali. Namun untuk upaya terakhir, pihaknya melakukan tindakan tegas.

“Penyelidikan kasus ini masih berlanjut. Pelaku kemungkinan kembali bertambah seiring pengembangan kasus,” ujar Ferry, Jumat (24/5/2019).

Dirinya berujar, penyidik menyita beberapa barang bukti dari para tersangka yakni gergaji mesin, potongan kayu, dan batu yang digunakan para tersangka saat melakukan perusakan. Dua orang yang merupakan otak dari perambahan ini yakni BS (61) dan ST (33). Dua orang ayah dan anak ini diduga mengajak warga untuk melakukan perambahan.

“Ini sebagai dampak dari konflik kepemilikan lahan antara BKSDA dengan warga. Warga mengklaim wilayah HSA tersebut milik mereka. Sudah kami mediasi dengan BKSDA untuk memperjuangkan apa yang dianggap merupakan hak mereka melalui jalur hukum. Namun mereka masih melakukan tindakan melanggar hukum, sehingga akhirnya kami tindak tegas,” ujar dia.

Lihat Juga :  Waskita Precast Ancam Pecat Karyawan Yang Terjerumus Napza

Sementara itu Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Lahat Martialis Puspito berujar, pihaknya mengapresiasi tindakan kepolisian yang melakukan tindakan tegas kepada pelaku perusak kawasan PLG tersebut. Saat ini, 8 dari 10 gajah yang dilatih di kawasan tersebut masih dievakuasi ke Suaka Marga Satwa Air Sugihan, Kabupaten Banyuasin. Sebanyak 2 gajah lainnya masih bertahan dengan kondisi tidak layak karena menolak untuk dievakuasi.

“Ini menjadi peringatan bagi warga untuk tidak melakukan perusakan lagi. Kalau perusakan dilanjutkan, PLG akan terancam. Bukan hanya melakukan perambahan, warga juga melakukan pengecoran beton untuk menandai batas wilayah. 1790 hektar dari total kawasan 210 hektar HSA diklaim oleh warga,” ungkap dia.

Untuk 8 gajah yang dievakuasi, Martialis berujar, pihaknya belum bisa mengembalikan ke PLG karena menunggu kepastian hukum di wilayah tersebut. Pihaknya enggan mengancam nyawa para gajah apabila wilayah tersebut masih dalam konflik.

“Kalau sudah konflik ini reda, tentu gajah yang dibawa kembali ke PLG. Kita masih menunggu kepastiannya,” ujar dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*