Sentani Dalam Masa Transisi Darurat Menuju Pemulihan Pasca Banjir Bandang

BNPB tetapkan masa transisi menuju pemulihan pasca banjir bandang di Sentani. (Foto Dok. BNPB)

MATA ANGIN — Setelah 14 hari melalui masa tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang di Distrik Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, akhirnya disepakati masa tanggap darurat tidak diperpanjang. Sebelumnya Bupati Kabupaten Jayapura telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari yaitu 16-29 Maret 2019.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, melalui rapat koordinasi dan melihat situasi kondisi yang ada maka disepakati tanggap darurat berakhir Jumat (29/3/2019). Dilanjutkan dengan transisi darurat menuju ke pemulihan selama 3 bulan yaitu sejak Sabtu (30/3/2019) hingga 27/6/2019.

“Selama masa transisi darurat menuju pemulihan, hal-hal yang dilakukan di masa tanggap darurat dapat dilanjutkan kembali di transisi darurat kecuali pencarian korban. Status transisi darurat ini hanya administrasi saja agar dalam penanganan bencana dimungkinkan kemudahan akses dalam penggunaan anggaran, pengerahan personil, logistik, peralatan dan lainnya,” ujar Sutopo melalui siaran pers tertulis resmi yang diterima MataAngin.

Dampak banjir bandang Sentani bukan hanya di Distrik Sentani tetapi di lima distrik di Kabupaten Jayapura yaitu Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, Dan Distrik Depapre. Korban jiwa banjir bandang tercatat 112 orang meninggal dunia, dimana 105 orang di Kabupaten Jayapura dan 7 orang di Kota Jayapura.

Dari 112 orang meninggal dunia, 77 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Inafis Polri sedangkan 35 jenasah belum berhasil diidentifikasi. Kebanyakan korban yang belum diidentifikasi adalah pendatang dari luar Papua yang tidak melaporkan diri ke dinas kependudukan atau aparat setempat sebelumnya. Dari 77 korban yang sudah teridentifikasi, 52 korban sudah diberikan santunan Rp 15 juta per korban kepada ahli warisnya.

Korban luka 961 orang yaitu 153 orang luka berat dan 808 orang luka ringan. Korban hilang tercatat 17 orang. Setelah dilakukan pendataan, banyak korban dilaporkan hilang berhasil ditemukan di tempat pengungsian. Atau telah kembali ke keluarganya tetapi tidak melaporkan ke posko.

Lihat Juga :  Arus Mudik 2019, Seluruh Penumpang Moda Transportasi Naik kecuali Pesawat

“Pengungsi terus berkurang. Saat ini ada 4.763 jiwa atau 963 KK mengungsi di 21 titik pengungsian. Pengungsi ini adalah pengungsi dari banjir bandang dan luapan Danau Sentani. Pengungsi akibat banjir bandang sudah banyak yang pulang. Sedangkan pengungsi akibat meluapnya Danau Sentani sebanyak 2.854 jiwa atau 759 KK yang ditempatkan di Pos Lapangan Jembatan Kuning,” ujar dia.

Pendataan kerusakan fisik masih terus dilakukan. Data sementara kerusakan akibat banjir bandang:
– 2.287 rumah rusak
– 59 sekolah
– 5 jembatan
– 2 Gereja
– 3 kantor pemerintahan
– 104 ruko rusak berat
– 1 Pasar rusak berat
– 1 Puskesmas rusak berat

Penanganan darurat masih terus dilakukan. Sebanyak 7.321 personil gabungan masih melakukan penanganan di lapangan. Dengan berakhirnya masa tanggap darurat maka sebagian personil akan kembali ke daerahnya. Antisipasi berkurangnya personil ini telah disiapkan. Stok logistik untuk menangani pengungsi masih mencukupi hingga 14 hari mendatang.

BNPB masih terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat ini. Selama transisi darurat pun pemerintah akan tetap mendampingi dan memberikan bantuan untuk korban bencana. Begitu juga bantuan dari NGO, relawan, dunia usaha dan masyarakat masih banyak yang memberikan bantuan. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*