Selain Masker, Cairan Pembersih Tangan Jadi Sulit Dicari di Kepulauan Riau

Tingginya harga masker juga berimbas pada cairan pembersih tangan di sejumlah wilayah (FOTO: IST)

MATA ANGIN, KEPRI – Masyarakat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau kesulitan mendapatkan masker di apotek. Hal itu telah terjadi sejak awal Februari 2020 lalu.

Selain masker, cairan pencuci tangan (hand sanitizer) juga dikabarkan susah untuk didapatkan. Kendati demikian, beberapa toko yang masih memiliki stok menjualnya dengan harga mahal.

Sulitnya mendapatkan masker dan cairan pembersih itu, usai merebaknya isu virus corona. Dua barang tersebut banyak dibeli warga untuk antisipasi.

Apoteker di Apotek Kimia Farma, Sungai Lakam Barat, Tulus Fatmawati mengatakan bahwa saat ini persediaan mereka kosong.

“Sejak awal bulan Februari, persediaan tidak ada, kosong,” ujarnya.

Sebelum habisnya stok, harga jual masker untuk satu kotaknya mencapai Rp 100 ribu. Sementara, sebelum ada isu virus corona harga masker per kotak hanya sekitar Rp 40 ribu. Apoteker lainnya, Rinawati Nainggolan menyebut bahwa hand sanitizer juga sudah kosong sejak dua minggu belakangan. “Hand sanitizer (cairan cuci tangan) sementara ini juga tidak tersedia di apotik Kimia Farma Karimun,” kata Rina.

Oki, salah satu warga mengaku mencari masker di beberapa apotek-apotek di Karimun namun tak dijumpai. “Iya, dah hampir keliling Balai (Karimun) mencarinya, tapi tidak ada,” sebutnya.

Lihat Juga :  Final Liga Champions dan Liga Europa Resmi Ditunda

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi mengatakan, pihaknya memiliki stok masker yang mencukupi jika warga menginginkan. Namun, kata dia, masker diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkannya. “Kita punya ketersediaan. Hanya saja dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar butuh, atau dalam keadaan sakit,” kata Rachmadi, Selasa (18/2/2020). Menurut dia, untuk mendapatkan masker bisa dilakukan di puskesmas atau juga rumah sakit. “Di puskesmas-puskesmas kita ada, tapi itu tadi, hanya untuk yang benar-benar butuh,” katanya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*