Sampel Darah 3 PDP dan 4 ODP Virus Corona di Sumsel Dikirim ke Litbangkes

Satu pasien di Sumsel positif terpapar virus corona. (FOTO: Ilustrasi/Istimewa)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Terdapat enam pasien dalam pengawasan (PDP) dan 81 orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona (Covid-19) yang saat ini ada di Sumatera Selatan hingga Selasa (17/3/2020). Tiga PDP yang sudah dinyatakan sembuh dan sisa empat ODP yang masih dalam masa pantauan.

Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang mengirim sampel darah mereka untuk dites di Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Corona Sumatera Selatan Profesor Yuwono mengatakan, tiga dari enam PDP sudah dinyatakan negatif terjangkit corona. Sementara tiga lainnya masih dirawat di ruang isolasi khusus Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Yuwono berujar, PDP yang masih dirawat yakni pasien perempuan berusia 13 tahun asal Kota Lubuklinggau, satu pasien laki-laki berumur 30 tahun asal Palembang dan umur 40 tahun asal Jakarta. Keluhan yang dirasakan oleh ketiga PDP tersebut hampir sama yakni sesak napas, batuk, pilek dan demam.

“Pasien perempuan 13 tahun asal Lubuklinggau bersekolah di Jakarta, yang laki-laki usia 40 tahun asal Palembang pernah bepergian ke Malaysia dan pasien laki-laki asal Jakarta sebelumnya dirawat di RS RK Charitas sebelum dirujuk ke RSMH. Semua kondisinya baik,” ujar dia.

Sementara untuk ODP, sejak masa pemantauan awal terdapat 81 orang. Sebanyak empat orang masih dalam masa pemantauan sementara 77 orang lainnya sudah dinyatakan sehat. Yuwono mengungkapkan, empat ODP yang masih dipantau tersebut sudah diambil sampel darahnya dan tengah dikirimkan ke Litbangkes Kemenkes untuk dites.

Lihat Juga :  Masker Langka di Palembang, Harga Melonjak Rp1,6 Juta per 1 Kotak

Empat orang ODP tersebut yakni dua orang mahasiswi asing Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan seorang ibu beserta anaknya asal Kabupaten Empat Lawang

“Baik tiga PDP dan empat ODP ini sudah diambil sampelnya dan dikirim ke Litbangkes Kemenkes. Tinggal tunggu hasil,” ujar dia.

Dirinya mengatakan, penunjukkan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang sebagai lembaga yang bisa melakukan tes virus corona belum diterapkan hari ini. BBLK sudah memiliki peralatan yang cukup untuk melakukan tes sampel, hanya saja persiapannya yang memerlukan waktu 3 hari.

“Peralatannya ini harus di-adjust dulu biar hasil tesnya optimal kalau masukan sampel. Ini enggak lama, paling tiga kali nyoba. Satu kali tes sampel itu memakan waktu 12 jam. Saya berharap bisa cepat biar kita tidak perlu mengantri lagi untuk tes sampel di Litbangkes Kemenkes,” kata Yuwono. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*