Ribuan Tempat Tinggal Warga Terendam Banjir di 3 Kabupaten Sumsel

Banjir melanda 3 kabupaten di Sumatera Selatan, Sabtu (8/9/2020) hingga Minggu (9/2/2020). Saat ini banjir berangsur menyurut. (Dokumentasi BPBD Sumsel)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Hujan deras yang melanda Sumatera Selatan pada Sabtu (8/2/2020) hingga Minggu (9/2/2020) menyebabkan banjir serta pohon tumbang di empat kabupaten. Sedikitnya tempat tinggal ribuan kepala keluarga (KK) terendam banjir akibat hujan lebat tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengungkapkan, banjir terjadi di Kabupaten Muara Enim, Musi Rawas, serta Musi Banyuasin sejak Sabtu (8/2/2020) dini hari. Hujan deras yang terjadi sejak Jumat (7/2/2020) hingga Sabtu (8/2/2020) siang menyebabkan banjir tersebut. Sementara pohon tumbang terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sebanyak 2.744 KK di 22 desa dari empat kecamatan Musi Rawas terdampak banjir yang mencapai satu meter. Daerah yang terdampak yakni 104 KK di Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu Cecar, 1.314 KK di Muara Lakitan, 1.296 KK di Muara Kelingi, serta 30 KK di Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas.

“Jembatan gantung yang ada di desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi terendam oleh arus sungai yang deras karena tali penahannya lepas sebelah. Evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” ujar Ansori, Senin (10/2/2020).

Dirinya berujar, banjir disebabkan oleh tinggi muka air di Sungai Rawas dan Sungai Pinang yang mengalir di kabupaten tersebut meningkat. Banjir yang dialami oleh warga di kawasan tersebut pun diakuinya terjadi hampir setiap musim hujan. Kondisi alam dan pemukiman pun sudah menyesuaikan dengan banjir yang terjadi setiap tahun tersebut. Seperti warga yang kebanyakan tinggal di rumah panggung untuk mengantisipasi banjir tersebut.

“Derasnya air ini biasanya turun dari hulunya yang ada di Kabupaten Muratara, namun kita belum dapat laporan dari BPBD Muratara. Derasnya aliran sungai turun ke Musi Rawas dan Musi Banyuasin,” jelas dia.

Sementara di Muara Enim, dua desa di dua kecamatan terdampak banjir. Belum dilaporkan berapa KK yang terdampak akibat banjir tersebut. Namun berdasarkan laporan sementara, banjir merendam fasilitas umum seperti masjid, sekolah dasar, serta rumah warga.

Warga terpaksa beraktivitas menggunakan perahu karena banjir yang merendam hingga satu meter di Kecamatan Lais, Sabtu (8/2/2020). (Dokumentasi BPBD Sumsel)

Kemudian untuk di Musi Banyuasin, sebanyak 13 desa dari tujuh kecamatan yang terdampak banjir. Tinggi muka air di beberapa wilayah mencapai 1 meter dari jalan. Beberapa desa seperti Desa Petaling, Kecamatan Lais dalam kondisi kritis karena aktivitas warga hanya dapat dilakukan menggunakan perahu.

Lihat Juga :  7 Tahun Vakum, Westlife Gelar Konser Reuni di Palembang

“Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Sosial sudah membentuk posko di desa yang terendam banjir dan mengenai tindak lanjutnya. Kondisi masyarakat kondusif dan air berangsur-angsur menyurut,” ujar Ansori.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang BMKG Sumsel Bambang Beny Setiadji berujar, secara umum kondisi hujan disertai petir dan angin di wilayah Sumsel berpotensi meningkat pada 3-7 Februari dan akan menurun pada 08-10 Februari 2020.

“Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi selama musim hujan,” ujar dia.

Di wilayah Sumsel peningkatan curah hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin yang umumnya terjadi pada siang-sore hari. Sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama apabila terjadi pada malam-dini hari.

“Secara lokal, permukaan Sumsel yang umumnya berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia dan adanya sirkulasi Eddy di Samudera Hindia sebelah Barat-Barat Daya Sumsel menyebabkan adanya belokan dan pertemuan massa udara di wilayah Sumsel,” jelas dia.

Wilayah dataran tinggi yang akan berdampak potensi adanya bencana banjir dan longsor yakni Musi Rawas, Lubuk Linggau, Empat Lawang, Lahat, Muratara, Muba, PALI, dan Muara Enim. Sedangkan potensi angin kencang, puting beliung, dan banjir terjadi di Pagar Alam, Prabumulih, Banyuasin, Palembang, OKI, OI, OKU Timur, OKU, dan OKU Selatan.

“Kami imbau masyarakat dan stakeholder terkait untuk tetap waspada dan update Informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi,” kata dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*