Puluhan Kilogram Sabu dan Pil Enak Gila Diblender Jadi Bubur

BNNP Sumsel musnahkan Puluhan Kilogram Sabu dan 34.000 Ekstasi, Selasa (11/02/2020)/(FOTO: IST)

MATA – ANGIN, PALEMBANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 36 kilogram (kg) dan ekstasi 34.000 butir, di halaman Kantor BNNP Sumsel, Selasa (11/02/2020).

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman menegaskan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan amanah dari Undang-Undang sekaligus wujud transparansi kepada publik.

“Kita menangkap 3 tersangka, dan tersangkanya juga hadir disini atas nama Joni alias Jon, Rivai dan Jonda alias Abot dari Palembang,” ujarnya.

Dia mengklaim para tersangka ditangkap berdasar informasi dari masyarakat kalau bakal ada transaksi narkoba. Di tempat kejadian perkara yakni di Betung, pihaknya langsung lakukan penyetopan dan berhasil menangkap Joni dan Rivai. Rupanya barang haram itu akan diterima Juanda yang ada di Palembang.

Menurutnya, tersangka Juanda datang untuk menjemput barang miliknya. Barang bukti yang disita saat itu sebanyak 35 kg sabu, dan ekstasi 34.000 butir.

“Ketika kita sedang melakukan penyelidikan, penyelidikan kita lakukan transaparan dan saat ini kita akan musnahkan. Pemusnahan ini wujud nyata transparansi ke publik,” katanya.

Dia mengaku masih ada yang menjadi target BNNP yaitu warga Malaysia. Karena barang haram ini berasal dari Malaysia, dibawa melintasi Tembilangan, Riau dan masuk ke Kota Palembang untuk dipasarkan. Beruntung, barang haram ini sempat diamankan dari ketiga kurir ini sebelum diedarkan.

Lihat Juga :  Mahfud MD : Segera Lakukan Penilaian Ulang di Jajaran Kementerian Agama

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, tersangka dan dikuatkan dengan fakta dan barang bukti yang ada, maka patut diduga keras telah melakukan tindak pidana, penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika, yaitu setiap orang tanpa hak dan melawan hukum pemufakatan jahat secara bersama-sama menjadi perantara dalam jual beli, beli, menjual, menyerahkan dan lain-lain dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling ringan atau minimum 5 tahun kurungan, dan hukuman paling berat adalah mati untuk golongan 1 narkotika.(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*