Protes Tuntut Pemilu Ulang Ricuh, Polisi di PALI Terluka Kena Lemparan Batu

Ratusan massa yang menuntut pemilu ulang di PALI bentrok dengan petugas keamanan. (Istimewa)

MATA ANGIN — Aksi menuntut digelarkan pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan berakhir ricuh, Jumat (3/5/2019). Bentrokan yang terjadi antara ratusan massa aksi dengan aparat keamananan menyebabkan 8 anggota polisi terluka dan puluhan massa diamankan.

Informasi dihimpun, kericuhan berawal saat ratusan massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tanah Abang Bersatu berunjuk rasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) PALI menuntut digelarkan PSU karena dugaan banyaknya pelanggaran yang terjadi saat hari pencoblosan 17 April lalu.

Namun karena KPU tidak berwenang menerima laporan pelanggaran pemilu, massa aksi lantas diarahkan untuk mendatangi Kantor Bawaslu PALI di Jalan Merdeka, Kecamatan Talang Ubi.

Orasi pun kemudian dilakukan di depan kantor Bawaslu PALI. Saat orasi digelar, suasana antara massa dan aparat keamanan memanas. Kericuhan dimulai dengan aksi salig dorong antara massa yang memaksa untuk masuk ke dalam kantor Bawaslu dan aparat yang berjaga. 

Kericuhan tak terhindarkan, massa dan aparat saling berbalas pukulan dan tendangan. Massa yang berada dibelakang barisan mulai melempari batu ke arah aparat polisi. Polisi yang berjaga pun terluka akibat lemparan batu tersebut.

Lihat Juga :  Bawaslu Sumsel Sebut Manajemen Logistik KPU Palembang dan Banyuasin Buruk

Sebanyak 8 anggota polisi mengalami luka di kepala, 2 diantaranya dilarikan ke rumah sakit karena pendarahan yang serius.

Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini massa aksi sudah terurai meskipun sempat memanas dan terjadi kericuhan.

“Sekarang situasi sudah kondusif. Delapan polisi yang terluka karena terkena lemparan batu sudah dirawat dan sudah stabil,” ujar dia.

Saat ini Polres Muara Enim sudah mengamankan 25 massa aksi yang diduga menjadi dalang dan provokator kericuhan.

“25 orang itu sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh Polres Muara Enim. Sisa massa lainnya sudah terurai,” ujar Supriadi. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*