Polisi Gadungan Peras Rp25 Juta dari Warga Muba

Ilustrasi polisi gadungan. (Foto: Faktualnews.co)

MATA ANGIN, MUBA – Adi Wibowo (42) warga Surabaya, Jawa Timur diringkus aparat Polsek Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan karena memeras warga sebesar Rp25 juta. Modus yang digunakan Adi yakni dengan berpura-pura sebagai polisi dan mengancam korban akan dijebloskan ke penjara.

Kapolsek Tungkal Jaya Inspektur Satu Rudin mengatakan, pelaku bersama empat orang komplotannya mendatangi rumah korban Wiji (45) di Dusun Bedeng Tujuh, Desa Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya, Muba pada 11 Juli 2019 lalu.

Para pelaku berpura-pura sebagai polisi dan menggerebek korban di rumahnya. Para pelaku menggunakan bahkan mengenakan seragam coklat khas polisi untuk meyakinkan aksi mereka. Tersangka Adi sendiri mengenakan seragam berpangkat ajun inspektur satu dan logo Polda Sumatera Selatan di bagian lengan kirinya.

Para pelaku menuduh korban terlibat dalam peredaran narkoba sehingga mereka menangkapnya. Meskipun korban membantah tuduhan tersebut, korban tidak berani melawan karena takut melawan para pelaku yang mengaku polisi. Korban pun mau saat diajak masuk ke dalam mobil para pelaku yang berpura-pura akan membawanya ke Mapolda Sumsel.

Namun di tengah perjalanan, tepatnya di simpang kompleks perkantoran Pemkab Muba, para pelaku menghentikan laju mobil dan memeras korban. Para pelaku meminta nomor ponsel istri korban dan meminta uang Rp100 juta sebagai kompensasi membebaskan korban.

Istri korban akhirnya menyanggupi untuk memberikan uang Rp25 juta karena merasa keberatan dengan uang Rp100 juta. Para pelaku setuju dan akhirnya membebaskan korban.

Lihat Juga :  Tes Urine, 3 Sopir Bus AKAP Positif Konsumsi Narkoba

Korban tidak mengetahui para pelaku tersebut merupakan polisi gadungan hingga tersangka Adi kembali datang ke rumah korban pada Minggu (2/2) lalu. Tersangka datang dan kembali mengancam akan memenjarakan korban apabila tidak mengizinkannya untuk menumpang di rumah tersebut.

Wiji menurut dan akhirnya Adi menumpang hingga 10 hari di rumah korban. Korban yang merasa resah akan kehadiran tersangka akhirnya melaporkan pemerasan dan pengancaman yang dialaminya ke Polsek Tungkal Jaya. Anggota polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap Adi, Selasa (12/2/2020).

“Dari laporan korban, diketahui bahwa pelaku ini mengaku-aku sebagai polisi untuk memeras korban. Kerugian yang dialami korban sebesar Rp25 juta,” ujar Rudin, Jumat (14/2/2020).

Setelah menangkap tersangka Adi, pihaknya melakukan pengembangan penyelidikan hingga akhirnya menangkap dua pelaku lain yakni Merlan dan Valen. Sementara dua pelaku lain yakni AS dan AA masih buron.

“Tiga sudah kami amankan dan penyidik masih mengejar dua pelaku yang masih buron. Barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni satu setel seragam polisi yang digunakan saat memeras korban,” kata dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*