PKK Desa Riding OKI Produksi Masker dan Bagikan Secara Gratis

PKK Desa Riding memproduksi masker kain yang akan dibagikan kepada gugus tugas dan masyarakat secara gratis. (FOTO: Mata Angin/Yuni Rahmawati)

MATA ANGIN, OKI – Pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang didominasi oleh kaum ibu memproduksi masker kain secara mandiri yang nantinya akan dibagikan kepada gugus tugas dan masyarakat.

Ketua PKK Desa Riding Imas Maslina berinisiatif menggerakan anggotanya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara membuat masker scara mandiri. Terlebih saat ini untuk mendapatkan masker sudah sangat sulit dan harganya yang tidak terjangkau di kantong penduduk desa yang jauh dari kota.

Dirinya berujar, inisiatif tersebut dimulai pasca pemerintah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat tentang keharusan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Sebenarnya ini juga digagas oleh Kepala Desa Riding, karena untuk pendanaan punya proses. Jadi kita pakai kain yang disumbangkan oleh warga di desa ini. Nanti, saat dana desa sudah bisa dicairkan, kita produksi yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Imas mengatakan, nantinya masker ini akan dibagikan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di desa, meliputi bidan dan perawat. Setelahnya nanti dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

“Saya berharap setelah dibagikan masker ini bisa membantu masyarakat agar terhindar dari COVID-19, meskipun saat ini kita masih terkendala mesin jahit untuk produksi yang lebih cepat,” harapnya.

Lihat Juga :  Ketegangan Jurnalis Saat Hadapi Uji Kompetensi di Bangka Belitung
PKK Desa Riding memproduksi masker kain yang akan dibagikan kepada gugus tugas dan masyarakat secara gratis. (FOTO: Mata Angin/Yuni Rahmawati)

Sementara Mahasiswa UIN Raden Fatah yang juga salah satu warga Desa Riding, Yolita mengatakan, pembuatan masker ini adalah langkah yang baik dari sebuah desa yang jauh dari perkotaan.

“Saya sebagai warga desa ini juga mendukung pembuatan masker ini dan turut membantu. Di rumah juga ada satu mesin jahit yang tidak terpakai. Jadi bisa dipakai untuk pembuatan masker ini. Semoga ini juga menjadi awalan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembuatan masker ini juga sangat membantu masyarakat, khususnya untuk masyarakat yang sudah lanjut usia dan tidak mengerti dengan bahayanya virus ini.

“Pada saat dibagikan masker ini, kita juga sekalian mengadakan penyuluhan tentang bahayanya Covid-19 kepada warga desa,” tambah dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*