Pertamina Siagakan 15 SPBU di Tol Bakauheni-Palembang 

Pertamina Siapkan SPBU di tol Trans Sumatera. (Foto Net)

MATA ANGIN — Pertamina menyiagakan 15 Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di sepanjang jalan tol dari Bakauheni, Lampung hingga ke Palembang, Sumatera Selatan selama arus mudik lebaran 2019 ini. SPBU ditempatkan di setiap rest area yang tersedia di jalan tol sepanjang 364 kilometer tersebut.

Marketing Operasion Region Sumbagsel Primarini mengatakan, di jalur tol Bakauheni-Terbanggi Besar disediakan 7 SPBU yang beroperasi 24 jam, sementara dari Pematang Panggang-Palembang 8 SPBU yang beroperasi selama 10 jam, pukul 06.00-16.00. Perbedaan waktu operasional SPBU tersebut dipengaruhi oleh status tol. Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah operasional sehingga bisa disiagakan selama 24.

Namun tol Pematang Panggang-Palembang yang masih berstatus fungsional menyebabkan SPBU pun beroperasi mengikuti waktu operasional jalan tolnya.

“Kami perkirakan konsumsi BBM mencapai 4 kiloliter per titik. Namun Pertamina mengantisipasi apabila ada lonjakan konsumsi dengan memasok BBM 6 kiloliter per titik. Pengiriman BBM dilakukan rutin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pemudik,” ujar dia, Minggu (1/6/2019).

Primarini berujar, Pertamina memprediksi rata-rata penggunaan BBM pada angkutan lebaran 2019 di wilayah Sumbagsel mencapai 8.900 kiloliter per harinya, naik 18 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 7.500 kiloliter per hari. Sementara untuk penggunaan bahan bakar diesel diperkirakan stabil yakni 4.500 kiloliter per hari.

Lihat Juga :  Menteri BUMN Ajak Masyarakat Doakan Jokowi Pasca Ditetapkan Menang Pilpres

“Kenaikan ini disebabkan karena naiknya harga tiket pesawat, berimbas kepada melonjaknya penggunaan kendaraan bermotor jalur darat. Sementara penggunaan gasoline [diesel] memang lebih sedikit karena biasanya kendaraan industri berhenti beroparasi selama masa arus mudik,” kata dia.

Primarini berujar, kenaikan harga tiket pesawat menyebabkan turunya konsumsi avtur. Penurunannya dibandingkan dengan arus mudik tahun lalu turun 40 persen, dari 400 kiloliter per hari pada tahun lalu menjadi 240 kiloliter per hari pada tahun ini. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*