Pemerintah Diminta Beri Asuransi Terhadap Petugas KPPS Yang Meninggal

KPU Sumsel mulai rekaptulasi suara pada 9-12 Mei 2019. (Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN — Pemerintah diminta untuk memberikan asuransi jiwa kepada para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia saat sedang bertugas. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, Minggu (21/4/2019).

Titi berujar, para petugas KPPS perlu mendapatkan jaminan terkiat fasilitas asuransi jiwa atau kesehatan, terlebih banyaknya petugas yang meninggal dunia saat bertugas. Dirinya berujar, saat ini petugas KPPS tidak memiliki skema asuransi apabila meninggal, sakit, ataupun mengalami kecelakaan kerja saat bertugas.

“Negara harus memberikan kompensasi yang sepadan kepada petugas KPPS. Mereka bekerja lebih dari 12 jam sehari untuk menyukseskan pemilu,” ungkap Titi, dikutip dari cnnindonesia.com.

Titi membandingkan korban sakit maupun meninggalnya petugas KPPS pada pemilu 2019 dengan pemilu 2014 lalu. DIrinya berujar, petugas yang meninggal pada 2014 lalu tidak sebanyak sekarang. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 16 petugas KPPS di seluruh Indonesia meninggal dunia saat bertugas.

Lihat Juga :  2 TPS Pemilu Lanjutan di Palembang Sepi

“Kita minta perhatian khusus dari pemerintah mengenai hal ini,” ujar dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*