PDP Corona di Sumsel Bertambah Satu, Palembang Belum Bisa Tes

Dua pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) meninggal dunia, Senin (23/3/2020). Hasil tes kedua pasien tersebut belum diketahui. (FOTO: Mata Angin/Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) yang diisolasi di RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bertambah satu per Kamis (19/3/2020). Total saat ini ada empat pasien yang dirawat di ruang isolasi khusus virus corona RSMH Palembang.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Yusri mengatakan, pasien yang terbaru yakni JS (54) warga Palembang. JS diketahui baru saja berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu sebelum menujukkan gejala demam, batuk, dan pilek sesampainya di Palembang.

“JS ditempatkan di ruang isolasi RMSH Palembang. Kondisinya sekarang masih baik. Tapi sampel darah JS masih akan kami kirim ke Badan Litbangkes di Jakarta untuk dites,” ujar Yusri.

Tiga orang PDP lainnya yakni satu pasien perempuan berusia 13 tahun asal Kota Lubuklinggau, satu pasien laki-laki berumur 30 tahun asal Palembang dan umur 40 tahun asal Jakarta. Sampel ketiga pasien tersebut telah dikirim ke Litbangkes Kemenkes untuk dites. Diperkirakan hasilnya baru akan keluar 3-4 hari mendatang.

“Untuk ODP sekarang masih ada lima orang yang masih dalam masa pemantauan,” ujar dia.

Lihat Juga :  Ketua Satgas: Tidak Ada Lagi Tempat Aman Dalam Kondisi Pandemi COVID-19

Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Corona Sumatera Selatan Profesor Yuwono mengatakan, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang sudah ditunjuk dan mampu memeriksa. Namun BBLK Palembang belum bisa melakukan tes karena primer reagensia utama atau zat larutan yang digunakan untuk melakukan tes belum dikirim dari Jakarta.

“Sepengalaman saya, peralatannya ini harus ditera dulu, di-adjust. Karena nanti hasilnya kan real time VCR jadi biar menghasilkan hasil optimal kalau masukan sampel. Ini enggak lama, paling tiga kali nyoba. Satu kali tes sampel itu memakan waktu 12 jam. Saya berharap bisa cepat biar kita tidak perlu mengantri lagi untuk tes sampel di Litbangkes Kemenkes,” kata Yuwono. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*