PDI Perjuangan Raih Suara Terbanyak di Sumsel, Namun Kalah Kursi

PDI Perjuangan meraih suara terbanyak namun hanya mendapatkan 11 kursi di DPRD Sumsel. (MATA ANGIN/Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN — PDI Perjuangan meraih suara terbanyak dalam pileg 2019 dengan jumlah 594.762 suara di Sumatera Selatan. Dengan jumlah suara tersebut, PDI Perjuangan berhak mendapatkan 11 kursi di DPRD Sumatera Selatan, kalah 2 kursi dari Partai Golkar yang mendapatkan 13 kursi dari raihan suara 573.750.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumsel Giri Ramanda mengatakan, kekalahan jumlah kursi tersebut disebabkan oleh sistem penghitungan pembagian kursi menggunakan metode Sainte Lague yang diterapkan pada pileg 2019 ini, alih-alih menggunakan metode Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).

Jumlah 11 kursi tersebut berkurang dari raihan kursi pada 2014 yang 13 kursi. Raihan suara PDI Perjuangan di Sumsel pun berkurang sekitar 160 ribu suara.

“Ini karena metode penghitungannya yang menggunakan Sainte, kalau masih pakai metode BPP kami pasti dapat paling tinggi. Raihan suara kami pun berkurang karena adanya sentimen dari masyarakat kepada paslon presiden yang kami usung. Namun raihan tahun ini kami masih yang terbesar, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sumsel yang masih mempercayai PDI Perjuangan,” ujar Giri, Sabtu (18/5/2019).

Lihat Juga :  DPD PDIP Sumsel Gelar Konser Bhinneka Tunggal Ika

Pileg 2019 pun menciptakan rekor tersendiri bagi PDI Perjuangan. Dari 11 kursi yang diraih untuk DPRD Sumsel, 5 diantaranya merupakan caleg wanita. Mereka yakni Tina Malinda dari dapil OKU-OKU Selatan, Rike Mayasari dan Meli Mustika dapil OKI-OI, Susi Frederika dapil Musi Banyuasin, danRita Suryani dapil Musirawas-Musirawas Utara-Lubuk Linggau.

Giri menjelaskan, untuk kursi di DPRD kabupaten/kota se-Sumatera Selatan pihaknya meraih 88 kursi di 17 kabupaten/kota, berkurang 2 kursi dari tahun 2014 lalu. Meskipun begitu, dibeberapa daerah terjadi kenaikan raihan suara yang menyebabkan PDI Perjuangan mendapatkan jatah pimpinan dewan.

“Namun kami kehilangan Palembang dan Lahat. Kemarin bisa dapat ketua sekarang tidak,” ujar dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*