Pasukan Perdamaian PBB: Misi Mulia Yang Berbahaya

FOTO: Ilustrasi Pasukan Perdamaian PBB

Oleh: Prasta Kusuma, S.IP

MATA ANGIN — MINGGU lalu sempat viral video pasukan Indonesia yang tergabung dalam Satgas UNIFIL di Lebanon, secara heroik berhasil menghentikan sebuah tank Merkava yang berupaya menerobos perbatasan Lebanon dari wilayah Israel. Dibelakang pasukan Indonesia, tampak juga pasukan Lebanon yang bersiap menembakan roket anti tank RPG.

Beruntung berkat aksi pasukan Indonesia ini, kontak senjata tidak terjadi dan berhasil diredam. Namun, pada Senin, 22 Juni kemarin, datang kabar buruk dari pasukan Indonesia yang sedang bertugas di Kongo dalam satgas PBB MANUSCO. Salah seorang prajurit terbaik bangsa gugur dalam kontak tembak dengan pasukan pemberontak ADF yang menyerang patroli pasukan perdamaian asal Indonesia di dekat kota Beni, Kivu Utara, Kongo. 

Memang misi menjadi pasukan PBB ini merupakan misi yang berbahaya karena harus meredam dan senantiasa menjaga perdamaian di daerah rawan konflik. Krisis di Kongo sendiri sudah terjadi sejak lama. Bahkan dalam urusan konflik di Kongo pada tahun 1960-an, sekjen PBB Dag Hammarskjöld kala itu gugur disana karena pesawat yang beliau tumpangi jatuh di wilayah Kongo, ada dugaan pesawat tersebut diduga ditembak jatuh.

Hammarskjöld sendiri mengunjungi Kongo dalam usaha meredam perselisihan antara pasukan perdamaian PBB dengan pasukan separatis Katanga dibawah Moise Tshombe. Dalam perselisihan ini pula, sebuah kompi dari pasukan Irlandia dibawah pimpinan Komandan Pat Quinlan yang berjumlah 150 orang terkepung di kota Jadotville oleh sekitar lima ribu pasukan Katanga yang dibantu oleh tentara bayaran Eropa pimpinan Roger Faulques selama 5 hari.

Lihat Juga :  Persaingan Para Petarung Canggih Di Atas Langit Asia Tenggara

Jadotville sendiri akhirnya jatuh ke tangan pasukan Kantanga setelah pasukan Irlandia secara hebat memberikan perlawan hingga peluru terakhir di tembakan dan akhirnya menjadi tawanan perang.

Data hingga tahun 2018 tercatat, dari 100 negara yang berkontribusi dalam misi perdamaian PBB, ada sekitar 3,767 orang prajurit yang gugur saat bertugas di daerah konflik. Hal ini menandakan bahwa misi menjaga perdamaian di wilayah rawan konflik merupakan misi mulia yang berbahaya. Saat ini sendiri ada sekitar 110.000 prajurit penjaga perdamaian yang aktif dalam misi menjaga perdamaian di 13 negara.

Semoga para prajurit yang gugur dalam mempertahankan dan menjaga perdamaian di seluruh dunia senantiasa diberikan tempat terbaik disisi-Nya. (*)

Prasta Kusuma

 

Penulis merupakan alumni Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran, pernah bekerja sebagai produser di beberapa radio di Bandung. Saat ini dirinya tengah merintis usaha dan jasa event organizer. Hobi menulis dan fotografi, serta kecintaannya terhadap kereta api tidak membuat dirinya berhenti berkeliling Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*