Novel Karya Mahasiswi UIN Raden Fatah Bakal Difilmkan Produser ‘Ajari Aku Islam’

Novel 'Hijrah Terindah' Karya Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang, Indah Nur Safitri berkolaborasi dengan Jaymes Rianto akan segera difilmkan. (FOTO: Yuni Rahmawati)

MATA ANGIN — Novelis Indah Nur Safitri tak menyangka pesan nekatnya kepada Jaymes Rianto, produser film ‘Ajari Aku Islam’, berbuah manis. Niat awal Indah hanya untuk berkolaborasi dalam menggarap sebuah novel, Jaymes malah berkeinginan untuk memfilmkan novel berjudul ‘Hijrah Terindah’ yang mereka garap.

Mahasisi semester dua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN Raden Fatah Palembang ini mengungkapkan, ‘Hijrah Terindah’ merupakan buku kelima yang berhasil diselesaikannya. Konsep dalam menulis buku teranyarnya tersebut berbeda dari empat novel yang berhasil ditelurkannya. 

Empat novel pertamanya bertajuk ‘Cinta dalam Diam’, dilanjutkan dengan ‘Qalbu’, ‘Jodoh’, dan ‘Masihkah Ada Taubat Untukku?’ digarapnya sendiri dalam waktu satu tahun. Dengan kepercayaan diri setelah berhasil menerbitkan empat novel tersebut, perempuan yang akrab disapa Nday ini memiliki gagasan baru untuk konsep penyusunan novel kelima.

Di penghujung 2019, Indah memberanikan diri mengirim pesan kepada Jaymes Rianto mengajaknya berkolaborasi untuk novel kelimanya tersebut. Singkat kata, Jaymes menyetujui permintaan Indah karena ada kesamaan ide konsep dan alur cerita.

‘Hijrah Terindah’ berkisah tentang konflik batin seorang perempuan di tengah kehidupannya yang hancur berantakan dan penuh dosa. Hingga akhirnya memutuskan untuk bertaubat dan memulai perjalanan hijrahnya. Saat penyusunan novel tersebut Indah dan Jaymes sepakat untuk langsung memfilmkan novel tersebut. Mereka pun segera mengatur naskah dan akhirnya rampung pada hari ke-40.

“Benar-benar belum kepikiran sebelumnya saat kak Jaymes bilang kalau buku ini bakal diifilmkan. Sekarang kita tinggal nunggu launching bukunya di awal Febuari. Baru setelah itu difilmkan. Rencananya film ini tayang akhir Febuari atau awal Maret. Tinggal nunggu rumah produksi,” ungkapnya saat diwawancarai di Kafe Kopi Darat, Senin (27/1/2020).

Berawal dari Wattpad

Sebelumnya, remaja kelahiran 2001 ini tidak menyangka ‘Hijrah Terindah’ bisa tembuh ke penerbit mayor dan dicetak dengan skala besar, berkolaborasi dengan produser berpengalaman, serta langsung difilmkan.

Karena sebelumnya Indah hanya aktif menulis di aplikasi Wattpad sejak usia 16 tahun. Tulisan pertamanya, Cinta dalam Diam, dilanjutkan Qalbu, dan Jodoh ditulis pertama kali di platform berbagi kisah dan cerita tesebut. Tulisan tentang kehidupan spiritual ini ditulisnya berdasarkan dari kisah nyata,

Sebelum novel pertamanya terbit di awal 2019, Indah memberanikan diri untuk mencari penerbit untuk mencetak novel pertamannya itu. Setelah penerbit ditemukan dan selesai cetak, Indah memberitahu orangtuanya.

Lihat Juga :  Alami dan Ekosistem Yang Mendukung, Pagaralam Diusulkan jadi Taman Nasional

“Orangtua sempat kaget juga pas Nday bilang kalau novel tulisan Nday terbit. Respon orangtua juga positif. Akhirnya Nday punya motivasi yang lebih untuk nulis dan memberanikan diri lagi untuk mencetak semua buku yang ditulis di Wattpad,” ujar pemilik nama pena Indahnursf ini.

Saat novel pertamanya terbit, akhirnya disusul oleh novel Qalbu dan Jodoh. Tiga novel ini yang menjadi awal bagi Indah untuk menerima tantangan dari sang ayah, sebagai motivasi agar dirinya semangat menulis.

“Ayah sebelumnya enggak percaya kalau tiga novel itu karya Nday. Ayah nantang Nday untuk buat novel fiksi yang inspiratif, akhirnya Nday terima tantangan ayah yang ditulis langsung tanpa di publikasi di Wattpad. Akhirnya novel keempat selesai dalam jangka waktu 25 hari. Sebenarnya novel inilah yang paling cepat Nday tulis, karena untuk memenuhi tantangan ayah,” ungkap remaja 18 tahun ini.

Dengan empat karya yang terbit sekaligus di tahun yang sama, seolah menjadi tahun terindah bagi Indah karena tahun itulah yang menjadi tiket masuk dirinya dikenal banyak orang. Namun, anak ke dua dari empat bersaudara ini tidak pernah merasa puas dengan karyanya.

Impiannya untuk menjadi novelis kini telah tercapai. Indah mengungkapkan, tidak ada niat untuk melonjakkan namanya menjadi novelis. Indah murni menulis untuk dakwah kepada semua pembaca novelnya. Dirinya pyn berharap buku-buku karyanya bisa bermanfaat dan menginspirasi semua orang.

“Karena apa yang Nday tulis adalah apa yang Nday syiarkan kepada orang banyak. Semoga dengan novel yang benapaskan spiritual ini bisa menjadi amal jariyah untuk Nday kedepannya. Dan tulisan ini juga dihadirkan khusus untuk teman-teman di luar sana,” ujarnya mengakhiri perbincangan. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*