Mendiang Nazaruddin Kiemas Masih Dapat Puluhan Ribu Suara Meski Meninggal Sebelum Pencoblosan

Caleg PDI Perjuangan Sumsel Nasaruddin Kiemas masih mendapatkan banyak suara meskipun meninggal sebelum hari pencoblosan. (Istimewa)

MATA ANGIN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan telah merampungkan rapat pleno penghitungan rekapitulasi suara baik pilpres maupun pileg. Dalam rekapitulasi tersebut terungkap fakta, bahwa masih banyak masyarakat yang memilih salah satu calon legislatif meskipun telah meninggal.

Seperti halnya Nazaruddin Kiemas, caleg nomor urut 1 PDI Perjuangan untuk DPR RI dapil Sumsel 1. Adik ipar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri ini meraih 31.358 suara pada hari pencoblosan 17 April lalu padahal meninggal sekitar dua minggu sebelum hari pencoblosan.

Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumsel, Yudha Rinaldi mengatakan, suara masyarakat yang muncul untuk memilih almarhum tersebut menunjukkan bahwa basis militan pendukung PDIP masih besar di Sumsel.

“Kami tentu berterima kasih kepada masyarakat yang masih percaya memberikan suaranya kepada caleg-caleg dari PDIP,” katanya.

Menurutnya, bisa saja masih banyak masyarakat yang belum tahu kalau mendiang Nazarudin Kiemas sudah wafat. Akan tetapi hal itu juga dapat menandakan bahwa beliau identik dengan PDIP di Sumsel.

“Meskipun nantinya siapa yang akan mewakili partai dari dapil Sumsel 1. Artinya kader tersebut harus mampu mengemban apa yang diamanahkan rakyat dari PDIP,” kata dia.

Terpisah, Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana mengatakan, jika caleg wafat namun surat suaranya sudah terlanjur di cetak, maka suara caleg tersebut tetap akan dihitung dan sah. Hanya saja, suara yang masuk tersebut akan diakumulasikan menjadi suara partai di daerah pemilihan tersebut.

Lihat Juga :  KPU Sumsel Bakal Mulai Rekapitulasi Suara 9 Mei

“Jadi suaranya masuk ke partai. Hal itu sesuai dengan Peraturan KPU No 3 tahun 2019,” katanya, Selasa (14/5).

Hal itu, kata dia, tidak hanya caleg yang wafat saja, tapi ada juga caleg yang dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) sementara sebelumnya sudah tercatat dalam daftar caleg tetap (DCT).

Sedangkan untuk caleg yang tersandung hukum, suara tetap sah, sebelum adanya keputusan hukum tetap. ” Sebab, dalam aturan orang yang tidak memenuhi syarat sebagai caleg itu jika meninggal dunia, ada kekuatan hukum yang tetap, atau diberhentikan parpol sebagai kader,” ujar dia. (*)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*