Mata Air Asin yang Tersembunyi di Tepian Anak Sungai Lematang

Sumber Mata Air Asin dari Tepian Sungai Lematang. (FOTO: MALA ANINDHITA)

MATA-ANGIN.COM – Pepatah lama yang mengatakan asam di gunung garam di lautan mungkin sedikit terbantahkan.

Betapa tidak, sumber air asin yang lumrah didapat di lautan ternyata juga dimiliki di sebuah desa yang bernama Desa Kerung Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat.

Sebuah keunikan terdapat di desa ini. Disekitar area anak Sungai Lematang, Sungai Lengkupi terdapat sebuah sumber mata air asin yang belum terolah dan terjamah.

Untuk menuju sumber mata air asin ini memerlukan “sedikit” pengorbanan tenaga. Meski berjarak 10 kilometer dari pusat Kota Lahat Kabupaten Lahat, namun akses jalan menuju ke lokasi pinggiran sungai Lengkupi sangat parah. Melewati hutan dan bukit perkebunan warga yang menurun dan menanjak, ditambah medan yang berlumpur membuat siapapun yang hendak kesana sempat berpikir dua kali.

Bahkan, jika mengendarai sepeda motor pun, harus dituntut keahlian yang cakap jika tidak ingin tergelincir dan terperosok ke dalam lumpur. Untuk sampai ke pinggiran Sungai Lengkupi, kembali harus melalui tebing yang sedikit curam dengan jurang yang menganga tepat disebelah kanan dan kiri. Alhasil, sepeda motor yang sejatinya digunakan untuk masuk ke dalam hutan harus ditinggalkan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Sumber mata air asin ini setidaknya terdapat tiga titik. Dua titik mata air tepat berada di bagian seberang sungai. Sedangkan satu titik lainnya, justru berada di tengah tengah sungai. Sayangnya, tingginya debit air membuat titik mata air yang menurut warga memiliki diameter satu meter menjadi tenggelam dan sulit untuk dicapai.

“Dua titik ini bisa dilihat dan dirasakan langsung bagaimana asinnya air yang keluar dari tempat yang menyerupai lesung ini,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat, Kasmirin 60 saat dijumpai di lokasi.

Menurut Kasmirin, sumber mata air asin ini memang memiliki keunikan. Tingginya lokasi dari permukaan laut, justru menjadi pertanyaan tersendiri dalam benak masyarakat setempat. Selain itu, bentuk lesung batu tersebut terlihat rapi seperti bulatan dengan kedalaman 30 sentimeter. Meski dirinya termasuk tetua masyarakat, namun Kasmirin mengaku tidak mengetahui secara pasti asal usul sumber mata air asin tersebut. Bahkan sejak masa penjajahan Jepang puluhan tahun silam, sumber mata air itu sudah ada di pinggiran sungai.

Lihat Juga :  Gunung Agung Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung Setinggi 2 Ribu Meter

Salah satu titik mata air tersebut memang persis seperti lesung. Hanya saja ukurannya tidak terlalu besar. Tempat mata air itu terlihat seperti bulatan besar yang lama kelamaan menjadi kecil memanjang ke dalam. Dari sisi sisi dindingnya, terlihat percikan air yang lama kelamaan memenuhi lesung batu yang berwarna hitam keabu abuan tersebut. Rasa air asin saat siapapun mencoba air itu pun ditengarai lebih asin dari garam yang biasa dikonsumsi masyarakat umumnya.

“Menurut cerita orang dulu, lesung tersebut merupakan hentakan jari telunjuk orang sakti di Lahat. Kami menamakannya puyang. Saat itu, beliau usai melakukan perjalanan melalui laut. Entah mengapa, air laut tersebut mengikuti beliau. Oleh karena itulah, ia langsung membuatkan lesung batu untuk menampung air laut tersebut. Makanya, air itu tidak pernah habis,” jelasnya.

Keunikan itulah ternyata membuat kabar mata air asin tersebut diyakini mampu mengobati penyakit, terutama penyakit gondok. Bahkan, menurut Kasmirin, banyak warga di luar Kabupaten Lahat pernah datang dan mengambil air asin tersebut untuk dijadikan obat dan minuman berkhasiat lainnya.

Hal yang sama juga diutarakan, Syarofi 40. Warga yang kebetulan memiliki sebuah pondok tak jauh dari lokasi mata air ini pun mengaku pernah melihat warga yang mengambil air. Hanya saja, sangat jarang sekali yang mendapatkan kesempatan mengambil air secara langsung dari tengah sungai. “Apalagi di musim hujan ini. Sulit kita melihatnya karena tertutup derasnya air,” pungkasnya. (mala anindhita)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*