Ma’ruf Amin Doakan Santri NU di Sumsel Jadi Presiden Seperti Gus Dur

KH Ma'ruf Amin semangati santri di Sumsel agar bisa menjadi presiden seperti Gus Dur. (Mata Angin/Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN — Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengatakan, sudah lama kader NU tidak memegang tampuk kepemimpinan nasional sejak masa pemerintahan Presiden ke-4 Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Oleh karena itu, dirinya berharap para santri Nahdlatul Utama bisa mengikuti jejak Gus Dur.

Dihadapan ribuan santri, Ma’ruf mengatakan, dirinya bertekad menjadi cawapres pasangan Joko Widodo setelah ada dorongan dari para ulama, khususnya ulama NU. DIrinya berharap dengan pencalonannya ini bisa memicu semangat para santri untuk bisa menggapai cita-cita, karena santri bisa menjadi apa saja.

“Gus Dur itu santri, santri bisa jadi apa saja. Saya santri, jadi cawapres. Gus Dur presiden. Mungkin nanti ada santri NU dari Sumsel yang bisa jadi presiden juga seperti Gus Dur,” ujar dia saat Pelantikan Jaringan Kiyai dan Santri Nasional Sumatera Selatan (JKSN SS) dan silaturahmi kiyai ponpes serta alim ulama se-Sumsel di Dinning Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (29/3/2019).

Dirinya mengatkan, kedepannya santri dan pondok pesantren akan lebih sejahtera karena pemerintahan Jokowi bersama dirinya akan mendorong UU Pesantren segera disahkan. Dalam undang-undang tersebut, dirinya berujar, banyak program peningkatan perekonomian untuk pondok pesantren.

“Sekarang sudah ada yang namanya bank wakaf mikro di pesantren-pesantren, yaitu dana yang diberikan ke pesantren untuk membiayai masyarakat pesantren. Nanti sebentar lagi akan ada UU pesantren. Kalau sudah disahkan, pondok pesantren akan mendapatkan anggaran dari APBN setiap tahunnya. Oleh karena itu, pak Jokowi dan saya harus terpilih di 17 April,” ujar dia.

Lihat Juga :  Bahas Pelaksanaan Tugas Masa Pandemi, Pimpinan DPRD OKI Kunjungi DPRD Kepahiang

Rais Aam PBNU ini pun berujar, para santri dan kiai harus punya tanggung jawab menjaga negara, umat, dan agama. Negara Indonesia harus dipertahankan, ujar Ma’ruf, karena NKRI harga mati.

“Bangsa ini harus bersatu berbeda agama saja lakumdinukum waliyadin. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Kalau berbeda partai lakum partaikum walanapartaiuna. Beda capres, lakumcapresukum walanacapresuna. Beda pilihan capres jangan menimbulkan permusuhan. Kalau tidak mau pilih saya, pilih Pak Jokowi. Kalau tidak mau pilih Pak Jokowi, pilih saya,” selorohnya.

Dirinya pun mengimbau kepada para dai agar tidak menghasut saat berdakwah. Jangan menjadi dai yang almakiun, ujar dia, yang berarti ahli memaki. Alih-alih, santri harus menjaga agama dan umat. Dirinya pun mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak golput.

“Menurut undang-udang, kita pilih presiden pemilu itu adalah hak setiap warga. Tapi dari perspektif agama kita, itu adalah wajib. Karena melalui pilpres, kita menetapkan pemimpin, imam, hukumnya wajib. Menjaga agama dan kehidupan. Makanya memenangkan pilpres untuk menjaga agama,” ujar dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*