Kopi Darat, “Surga” Bagi Penikmat Kopi Berkonsep Taman di Tengah Kota

Penikmat Kopi saat mencoba panganan di Kopi Darat (FOTO : @kopidaratgardencafe)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Aroma wangi kopi menyeruak dari dapur sebuah kafe.

Bar, sebutan dapur bagi seorang barista, terlihat khusuk menyeduh kopi.

Lelaki muda terus melihat dengan detil takaran kopi hingga proses penyajiannya, sebelum akhirnya waiter mengambil dan “mendelegasikan” kopi tersebut kepada sang empunya. Tidak hanya sekali, barista itu kembali melakukan hal yang sama dengan ritme yang berkala. Sebuah kedai kopi ikut menghiasi rimba bisnis yang saat ini mulai menjamur di Kota Palembang.

Adalah Kafe Kopi Darat. Begitu sang pemilik, Yudha Rinaldi meluncurkan namanya ke kalangan publik, terlebih para penikmat dan pemburu kopi di Palembang. Tempatnya tidak terlalu sulit dicari, Jalan Bay Salim, Palembang. Jika sedikit tersesat, google maps bisa menjadi pilihan utama sebelum akhirnya singgah di kafe tersebut.

Barista Kopi Darat menyeduh dan menyajikan kopi bagi para penikmatnya. (FOTO: @kopidaratgardencafe)

Tidak seperti kafe kebanyakan, Yudha justru memiliki konsep yang ciamik, memadupadankan eksotik kopi, milenial dan tetap mengusung keindahan lingkungan. Konsep itu bernama Kafe Garden.

“Sengaja kita pilih seperti ini. Kedai kopi dengan konsep biasa sudah sangat banyak. Kita harus memutar otak, apa yang menjadi pembeda kita. Maka, (konsep) inilah yang kita bawa. Ini obsesi saya sejak dulu,” kata Yudha membuka cerita, Senin (17/02/2020).

Politisi PDI Perjuangan ini pun mengaku hanya sedikit menguasai ilmu tentang kiprah kopi di Indonesia, termasuk Sumsel. Tapi itu bukan kendala baginya. Ia justru menggandeng barista berpengalaman agar sajian kopi yang dinikmati konsumenya dapat terpuaskan.

“Maraknya bisnis kopi lokal ini sepertinya memang sedang tren. Ini bisa dilihat dari menjamurnya bisnis kopi di cafe-cafe. Tidak hanya Palembang, tapi seluruh Indonesia. Tapi, untuk konsep kafe garden (taman) ini baru kita yang pertama kali hadir di Bumi Sriwijaya,” tegasnya.

Untuk segmentasi pun, diakui Yudha, dirinya tidak mematok kalangan tertentu. Semua orang bisa masuk dan menikmati kopi di Kopi Darat. Meski baru berdiri sejak 1 Desember 2019 lalu, dirinya mengaku bisnis kopi yang dijalankannya cukup berpotensi. Ia menyebut jika, selain bisnis Pendidikan, dan Kesehatan, bisnis kuliner tidak akan pernah mati hingga kapan pun.

Lihat Juga :  Musibah Hawk-209, Lampu Kuning Regenerasi Pesawat TNI AU

“Hanya saja, kita harus pintar mencari celah dan peluang. Jika kita siap dengan rasa, pelayanan dan harga, tentu kita siap bersaing dengan kedai kedai yang telah berdiri sebelum kita,” ujarnya.

Siapkan Workspace, Pondok Hingga Rooftop

Konsep Kafe Garden ini pun, benar benar dimanfaatkan oleh Yudha. Saat tim Mata Angin berkunjung ke Kopi Darat tersebut, nuansa alam benar benar terasa. Warna hijau benar benar mendominasi dan memanjakan mata konsumen yang ingin sejenak berlari dari hirup pikuk ibukota.

Suasana kafe yang didominiasi warna hijau memanjakan para penikmat kopi di Kopi Darat (FOTO: @kopidaratgardencafe)

Selain nuansa taman dengan berbagai macam pilihan pondok-pondok-an dan rooftop serta ruang ber AC untuk rapat dan arisan, dirasakan pas bagi siapapun yang ingin sekedar berkumpul atau bekerja di luar kantor. Berbagai macam menu makanan ringan dan berat disediakan ala nusantara seperti masakan berbagai macam olahan burung, gurame, dori, cumi, udang, sapotahu, pindang – sop, sapi, ayam, goreng, mie goreng, bihun & ifumie, kwietiaw dan sayuran, brokoli, fuyunghay, pakcou & touge, kangkung, enoki, capcay serta makanan ringan, sandwich, dimsum, pempek, pasta, roti, others.

Untuk minumannya, ada berbagai pilihan macam minuman seperti berbagai macam rasa tea, iced, blended, fresh juices, healthy dan juga bagi penikmat kopi ada pilihan berbagai jenis minuman panas dan berbagai pilihan minuman dingin dengan semua harga yang ditawarkan ditempat ini sangat terjangkau untuk semua kalangan dengan motto “Lovely Place with Special Food”. Semuanya bisa dinikmati sejak pukul 10.00 – 23.00 (hari biasa) dan pukul 10.00 – 24.00 WIB (hari libur).

Yudha mengaku tetap menggunakan jejaring dan teman temannya sebagai media promosi. Tak hanya itu, kekuatan media sosial juga tetap menjadi alternatif. “Kita memang baru, tapi kita siap bersaing dengan kedai lainnya. Anda bisa rasakan nikmatnya kekuatan kopi yang disajikan oleh barista kami,” pungkasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*