Ketua DPRD OKI, Abdiyanto : Sosok Ayah Jadi Sahabat sekaligus Mentor Saya untuk Terjun ke Dunia Politik

Ketua DPRD OKI, Abdiyanto dipercaya partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut memimpin PDI Perjuangan Kabupaten OKI sejak 2015-2020. (FOTO : DOK PRIBADI)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Sosok Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Abdiyanto telah resmi menjabat Ketua DPRD OKI periode 2019-2024 berdasarkan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Abdiyanto sendiri sudah 4 kali terpilih sebagai wakil rakyat di OKI, sejak tahun 2004 lalu, yang semuanya melalui partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Meski sempat mundur pada 2017, karena dirinya maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) OKI dan kalah dengan petahana, namun Yanto sapaan akrab Abdiyanto kembali mendapat amanat rakyat untuk di lembaga legislatif tepilih lagi pada Pileg 2019, dan dapat amanat partai untuk duduk kursi ketua DPRD OKI.

Yanto sendiri bercerita, awalnya ia adalah seorang pengusaha kayu di Kecamatan Tulung Selapan yang banting setir mengikuti jejak sang ayah (H Abdul Rahman Fikri Juan), yang lebih dahulu berpolitik.

“Jadi ini mungkin faktor keturunan, bagi kami terjun di dunia politik, mengingat dari sang bapak (ayah). Meski kecintaan terhadap Bung Karno sejak muda atau sekolah. Namun, kebetulan pada tahun 1997 dan 1998 orang tua banting setir dari pengusaha terjun politik dan terpilih jadi anggota DPRD OKI,” kata Yanto.

Bapak tiga anak ini, kemudian meneruskan usaha sang ayah sejak tahun 1997 kebetulan, namun seiring waktu usahanya itu mulai goyang, dan pada 2014 mulai mengikuti jejak orang tua untuk nyaleg, kebetulan sang ayah ketua DPC PDI Perjuangan OLI saat itu, dan ia terpilih hingga sekarang untuk periode ke 4, sedangkan sang ayah hanya tiga periode.

Ketua DPRD OKI, Abdiyanto Fikri (FOTO: DOK PRIBADI)

“Pada pemilu 2004, kami (bersama sang ayah) terpilih berdua, saya dari dapil (daerah pemilihan) II meliputi Kecamatan Sungai Batang, dam bapak dari dapil III meliputi Kecamatan Tulung Selapan. Pada tahun 2009, bapak ke DPRD Sumsel dan terpilih. Kami tetap diberi kesempatan oleh masyarakat sama- sama terpilih,” tuturnya.

Seiring waktu jabatan ketua DPC PDI Perjuangan OKI pada 2005-2010 dijabat Yusuf Mekki, maka pada pemilu 2014 sang ayah “naik kelas” untuk maju pencalegan kursi DPR RI dan belum beruntung. Tetapi adiknya Ike Mayasari ikut nyaleg untuk DPR provinsi Sumsel dari dapil III meliputi Kabupaten OKI- OI dan terpilih.

“Alhamdulillah masyarakat OKI khusudnya, tetap memberikan kepercayaan kepada keluarga kami, untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur legislatif,” ujar Yanto.

Peraih suara terbanyak pada pemilu legislatif 2014 ini dengan 8.242 suara, kembali mengulangi prestasi pada Pileg 2019 dengan suara terbanyak yaitu 6.844, dan kembali membawa PDI Perjuangan menjuarai Pileg 2019 dan merebut kursi ketua DPRD, dengan 7 kursi atau kurang dua kursi dari pemilu 2014 lalu, dengan PDI Perjuangan berhasil meraih 9 kursi.

Yanto sendiri dipercaya partai besutan Megawati Soekrano Putri tersebut memimpin PDI Perjuangan Kabupaten OKI sejak 2015-2020. Namun untuk menyesuaikan periode di pemerintahan dilakukan rakercab 2019 dan terpilih kembali untuk periode kedua hingga 2014.

“Teman- teman dan kader PDI Perjuangan ingin saya meneruskan kepemimpinan di PDI Perjuangan OKI, dan saya akan berbuat sebaik mungkin agar PDI Perjuangan tetap menjadi pemenang di OKI,” terangnya.

Lihat Juga :  AHY Andalkan Undecided dan Swing Voter Kerek Suara Demokrat

Yanto mengaku, kesuksesannya di dunia politik tak dipungkiri dari sosok sang ayah selama ini. Selain lebih dekat, ayahnya bisa dikatakan sosok sahabat dan guru bagi dirinya.

Selain itu, faktor lingkungan sesama orang politik juga menjadikan dirinya semakin matang berpolitik.

“Sejak berenti usaha, saya ikuti jejak bapak dan pergaulan dengan orang politisi, yang sangat memberikan pemahaman dalam politik dan menanamkan idealisme,” capnya.

Abdiyanto Fikri saat dilantik dan diambil sumpahnya menjadi pimpinan DPRD OKI (FOTO : Dok Humas DPRD OKI)

Fikri diungkapkan Yanto figur paling dekat baginya, yang jadi panutan dan bisa meneruskan perjuangan beliau selama ini. Mengingat apa yang diajarkan akhirnya membuahkan hasil positif.

“Selama ini bapak sebelum berpolitik, orangnya demokratis dan belum pernah mukul (main fisik) kepada kami sejak kecil, marahpun kalau tidak sakit hati saja dan memang kami- kami dulu sedikit bandel. Tapi yang jelas bapak memberikan kebebasan berpikir, apresiasi, berbuat, sesuai koridor dengan menjaga nama baik keluarga. Meski ada yang sempat menjadi lupa, namun pada akhirnya masih menjaga nama baik keluarga dan kami tetap menghormati bapak,” terang anak pertama dari 9 bersaudara ini.

Yanto sendiri memiliki alasan sendiri jadi wakil rakyat selama ini, dimana ia ingin berjuang dalam pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi rakyat di Kabupaten OKI. Memang kalau jadi kepala daerah akan menjadikan perjuangan tersebut lebih mudah, namun duduk di legislatif pun dirasa bisa ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat dan anggaran kedepan.

“Namanya berjuang itu, tidak mesti disuatu tempat tapi banyak jalan untuk berjuang, sesuai tataran yang sebenarnya dan posisi puncak untuk memperjuangkan nasib kepentingan masyarakat lebih leluasa ada di kepala daerah, karena memiliki kebijakan. Sebab pemimpin pemerintahan dan pemegang mandat anggaran dan pengelolan anggaran, sehingga lebih mudah bagi kepala daerah dalam rangka melakukan suatu pembangunan,” tuturnya.

Hal ini berbeda dengan kedudukan di legislatif yang bukan tataran eksekusi kebijakan maupun anggaran. Namun, bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat di dapilnya.

“Dulu saya melihat keterbatasan, sehingga proses mempercepat pemerataan dan kesejahteraan masyarakat. Satu- satunya maka Bupatinya harus orang sini. Sehingga apa yang kita pikirkan pembangunan merata seluruh pelosok bisa diterapkan, tapi tuhan memberikan kesempatan dengan keterbatasan saya kembali nyalon untuk membantu masyarakat, agar tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangan DPRD,” katanya.

Ke depan ia berharap bisa memberikan kekuatan, sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi masyaralat dan dapat membantu pemerintah mendorong sehingga pembangunan yang betul- betul merata dan adil bagi masyarakat OKI.

“Jika bicara kedudukan ketua, karena DPRD itu lembaga politis dan putusannya kolektif kolegia, tidak ada berlebihan secara khusus selaku ketua dan berkuasa. Karena keputusan politis dan kolektif kolegia, artinya dengan terpilihnya kembali kita, berharap teman- teman dapat bersatu, dan menjalankan fungsi dan tugasnya selaku wakil rakyat sebagai mitra pemerintah yang baik,” pungkasnya (sidi sutan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*