Kerjakan Proyek Tol Trans Sumatera, Waskita Precast Target Raup Rp1,2 T

Waskita Beton Precast terlibat dalam setiap proyek pembangunan tol di Pulau Sumatera. WSBP targetkan dapat kontrak senilai Rp1,2 T pada tahun ini. (Melati)

MATA ANGIN, PALEMBANG – PT Waskita Beton Precast (WSBP) menargetkan meraup kontrak senilai Rp1,2 triliun dari produksi beton pracetak (precast) pada 2020 ini. Pembangunan ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu proyek strategis nasional yang turut dikerjakan WSBP.

Manajer Plant Gasing Palembang PT Waskita Beton Precast Ngasri Yaumi Wijayanto mengatakan, tahun ini pihaknya akan mulai mengerjakan beberapa ruas tol. WSBP mendapatkan kontrak untuk menyuplai precast dan semen ready mix.

Di Sumatera Selatan, tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapalbetung) seksi tiga dan empat sepanjang 40 kilometer dan Indralaya-Prabumulih zona satu sepanjang 65 kilometer. Sementara di luar Sumsel, ruas tol trans sumatera yang ditangani WSBP yakni Tebing Tinggi-Parapat, Kuala Tanjung-Indrapura, Indrapura-Kisaran di Sumatera Utara dan Banda Aceh-Sigli Pidie.

“Wilayah cakupan kita memang seluruh Sumatera, jadi seluruh proyek strategis nasional seperti tol Trans Sumatera kita ikut kerjakan. Tahun lalu dari Lampung itu sudah rampung semua, tahun ini kita mulai garap tol yang di wilayah utara Sumatera,” ujar Ngasri usai Sosialisasi Bahaya Napza dalam peringatan bulan K3 di Plant Gasing, Rabu (5/2/2020).

Untuk pengerjaan tol Kapalbetung seksi tiga dan empat, WSBP menyuplai beton precast senilai Rp300 miliar dan semen ready mix Rp400 miliar. Untuk pengerjaan tol Indralaya-Prabumulih zona satu tahap awal, pihaknya menyuplai precast senilai Rp120 miliar dan semen ready mix Rp100 miliar.

“Untuk yang Indralaya-Prabumulih kita masih menunggu kontraknya karena pengerjaan baru dimulai tahun ini. Sementara untuk Kapalbetung meneruskan pengerjaan yang sudah digarap sejak 2017,” tambah Ngasri.

Lihat Juga :  200 Ribu Lebih Kendaraan Lintasi Tol Palindra Selama Arus Mudik 2019

Dirinya berujar, nilai kontrak pada 2020 meningkat hingga tiga kali lipat dari 2019 lalu yang hanya senilai Rp360 miliar. Hak tersebut dipengaruhi dengan meningkatnya proyek strategis nasional yang dikerjakan WSBP, khususnya pembangunam tol. Dengan adany tiga pabrik yang beroperasi di Palembang, pihaknya optimis bisa memenuhi seluruh kontrak tersebut.

“Satu hari produksi kami bisa menghasilkan precast dan ready mix senilai Rp2-2,5 miliar dari tiga plant ini. Selain menyuplai ke proyek negara juga kita menyuplai ke tempat lain seperti pembangunan Poltekpar Palembang di revitalisasi Pasar Cinde,” ujar dia.

WSBP pun memperkuat operasional produksi di seluruh pabrik dengan memingkatkan kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh karena itu sebanyak 550 pekerja WSBP menjalani sosialisasi bahaya napza dan tes urin.

General Manager Resiko dan K3L Irvan Pandjaitan mengungkapkan, penggunaan narkotika dan zat adiktif berbahaya menyebabkan kualitas pekerjaan menurun. Oleh karena itu pihaknya mengimbau para pekerja untuk tidak terlibat peredaran dan konsumsi napza.

“Bekerja sama dengan BNN, kita periksa urin seluruh karyawan. Kalau ada yang terpapar, akan langsung kita pecat orangnya,” kata dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*