Edhy Prabowo Akan Revisi 29 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan

Salah satu kapal yang ditenggelamkan dalam peraturan KKP beberapa waktu lalu. (FOTO: IST)

MATA-ANGIN, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo akan merevisi sebanyak 29 peraturan menteri untuk meningkatkan tangkapan ikan di laut Indonesia.

Hal itu diungkapkan Edhy saat menghadiri rapat Rapat Kerja Teknis Perikanan Tangkap di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (27/1/2020).

Menurut Edhy, dilakukannya revisi tersebut dikarenakan banyak peraturan menteri yang tak berpihak kepada masyrakat. Salah satu contohnya adalah larangan penjualan baby lobster.

“Mereka duduk seharian mendapatkan baby lobster, Baby lobster itu dijual Rp 3.000 ribu per ekor. Kalau ada pekerjaan lain, mana mungkin mereka mau duduk berhari-hari menangkap baby lobster. Kita boleh bikin kebijakan, tapi dampak kebijakan ke masyrakat apa? Saya tidak mau populer, saya hanya ingin masyarakat makmur,”kata Edhy, saat menyampaikan sambutan.

Edhy pun mempersilahkan kepada siapapun untuk memberikan masukan terkait rencananya mencabut larangan penjualan baby lobster tersebut, untuk mencari solusi bersama-sama.

“Kalau ada permasalahan tentang baby lobster silahkan kasih masukan. Intinya bagaimana arah kebijakan ini kepada masyarakat. Bukan mengkriminlisasi nelayan, karena mereka bukan menyelundupkan narkoba,”ujarnya.

Lihat Juga :  Destinasi Baru, Lumba - Lumba Berenang Bebas di Pulau Alangan Tikus

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Zulficar Mochtar menambahkan, 29 peraturan menteri yang rencananya akan direvisi tersebut dilakukan penajaman.

Penajaman dari peraturan menteri itu, akan meningkatkan hasil tangkap ikan. Pada tahun ini, Kementerian KKP menargetkan hasil tangkap sebanyak 8,2 juta ton.

“Untuk 2019, tangkap ikan sebanyak 7,5 juta ton. Tahun ini ditargetkan 8,2 juta ton. Sekarang ini, mengedepankan manfaatkannya, jadi sekarang itu kita optimalkan, makanya ada penajaman kebijakan, intruksi menteri ada 29 item yang itu direview, karena Menteri mendengar input-input dari masyarakat,”ujarnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*