Cerita Mahasiswa Sumsel : Ancaman Virus Corona, Semua Orang di Wuhan Mengurung Diri di Rumah

Mahasiswa asal Sumsel yang kuliah di Tiongkok tiba di Palembang. (FOTO: IST)

MATA ANGIN, PALEMBANG – Mahasiswa asal Sumsel yang kuliah ke negeri Tiongkok menceritakan kisah mereka selama virus corona mewabah daerah tersebut. Adam Amrismafasyah (19), mahasiswa Jiansu Normal University China asal Muaraenim mengaku jika kepulangan mereka atas inisiatif sendiri. Kita pulang karena kondisi di sana sudah semakin sulit,” katanya.

Adam menjelaskan, suasana di tempatnya berkuliah saat ini sudah cukup ketat bagi aktivitas mahasiswa lantaran pihak kampus membatasi setiap gerak-gerik mahasiswa. Menurutnya, kondisi dalam dua minggu terakhir sangat mengkhawatirkan lantaran pemberitaan mengenai penyebaran virus yang semakin meluas.

Dirinya menceritakan dalam dua minggu terakhir, bersama mahasiswa lainnya yang berada di China terus saling mengabari tentang update terbaru mengenai sesama warga negara Indonesia di China. Aktivitas mengajar pun saat ini sedang tidak aktif lantaran sedang masuk masa libur semester.

“Kalau kesulitan paling keluar dari Kampus (asrama) angkutan subway diberhentikan terpaksa naik taksi. Terpaksa pihak kampus juga melarang mahasiswanya untuk berpergian keluar,” ujar Adam.

Adam pun sempat merasakan kondisi kota Zhenjiang, Provinsi Jiangsu, Republik Rakyat Tiongkok tempatnya berkuliah menjadi sepi tanpa aktivitas. Padahal kota tersebut penuh aktivitas saat sebelum wabah Corona menyebar. Barang-barang kebutuhan pun ikut naik karena kondisi itu.

“Efek ke kita, suasana di China membuat semua orang mengurung diri. Di toko sudah sulit cari bahan makan, bahkan ada yang tidak jual lagi dan harga sudah lumayan naik,” jelas dia.

Adam sendiri bersama keenam rekannya kuliah di China tiba di Kota Palembang, Sabtu (1/2) sore. Para mahasiswa datang menggunakan pesawat Lion Air dari Bandara Soekarno Hatta, usai keluar dari negeri tirai bambu tersebut.

Lihat Juga :  Lima Rumah Sakit di Sumsel Jadi Rujukan Pasien Covid-19

Kedatangan mereka langsung disambut oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palembang dengan berbagai pemeriksaan ketat mulai dari, suhu tubuh, hingga kondisi kesehatan setelah mendarat. Setelah dipastikan sehat oleh tim KKP, ketujuh mahasiswa diperbolehkan meninggalkan bandara.

Menurut Adam, untuk pulang ke Indonesia mereka, harus menjalani serangkaian tes kesehatan yang ketat, mulai dari akan masuk stasiun kereta api, keluar stasiun hingga masuk bandara. Hal itu dilakukan karena dampak wabah yang cepat menyebar hanya dari udara. “Termasuk batuk, pilek juga diperiksa. Kalau dari Wuhan sendiri ke tempat kami cukup jauh, seperti Palembang – Jogja,” beber dia.

Adam menjelaskan, usai pulang ke Indonesia, dirinya belum tahu kapan akan kembali melanjutkan kuliah. Pasalnya, kampus saat ini tengah menutup diri sampai wabah virus Corona yang menyebar di China teratasi. “Instruksi dari kampus jangan pulang dulu sebelum aman,” jelas dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*