Cerita Mahasiswa Asal Sumsel Dijauhi Warga Sepulang dari China

Seorang petugas KKP Palembang memeriksa suhu tubuh mahasiswa asal Sumsel yang datang dari China, Sabtu (1/2/2020). Beberapa mahasiswa mengaku dijauhi warga yang merasa takut berlebihan akan penyebaran virus corona. (Mata Angin - Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN — Adam Amrismafasyah dan Anisa Sekar, mahasiswa asal Sumatera Selatan yang berkuliah di China bercerita tentang masyarakat yang menjauhi mereka sepulang dari Negara Tirai Bambu beberapa waktu lalu. Ketakutan berlebihan warga akan menyebarnya virus corona yang menyebabkan Adam dan Anisa merasa dikucilkan

Adam yang merupakan warga Kabupaten Muara Enim bercerita, dirinya merasakan sentimen dari orang-orang yang berinteraksi dengan dirinya. Bahkan kata-kata sindiran yang menanyakan mengapa dia pulang pun terasa menyinggung hati.

“Kalau ketemu orang nanya suka sentimen, kaya enggak senang saya pulang. Kalau lagi jalan ketemu teman, suka nyinggung ‘Ai la balik bae, la diperikso nian apo?’. Seolah-olah saya pulang ini tidak diperiksa,” ujar mahasiswa semester tiga Jiangsu Normal University China, Kota Xuzhou, Provinsi Jiangsu ini.

Adam mengaku cukup merasa terganggu dengan singgungan tersebut. Meski begitu, Adam maklum karena mungkin dirinya akan bersikap seperti itu juga apabila terjadi kepada orang lain.

“Memang enggak salah juga, mungkin mereka ngeri. Kalau kita di posisi dia mungkin saya kaya gitu juga. Tapi kalau keluarga sendiri enggak, mereka seperti biasa,” kata dia.

Saat ini, dirinya mengenakan masker sehari-hari, baik ke luar maupun di dalam rumah sesuai imbauan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palembang. Dirinya pun telah dihubungi oleh petugas kesehatan setempat yang akan datang untuk mengecek kesehatannya setiap hari. Adam pun mengaku aktivitas di luar ruangan hingga waktu 14 hari sejak hari kepulangannya ke Muara Enim berlalu.

Lihat Juga :  Pasar Baba Boentjit, Drama Legenda Antu Banyu hingga Spot Instagramable Tersaji

Senada, Anisa Sekar mengalami hal yang tak jauh berbeda dengan yang dialami Adam. Bahkan beberapa orang lari menjauh apabila melihat dirinya mendekat saat menghadiri acara keluarga.

“Kalau keluarga dekat, respect. Kalau keluarga jauh mereka melihat saya langsung lari,” ungkap Anisa.

Saat menggunakan media sosial, mahasiswi Universitas Changchun di Kota Changchun, Provinsi Jilin asal Palembang ini sering melihat komentar negatif yang dilontarkan warganet terhadap kepulangan dirinya bersama teman-temannya dari China pada Sabtu (1/2) lalu.

Namun dirinya tak acuh akan komentar tersebut karena keluarga dan teman-temannya masih mendukung dirinya.

“Meski mungkin ada yang merasa tidak nyaman, tapi pada umumnya keluarga menyambut baik. Saya lihat di sana mereka yang komentar miring ya sudah saya diemin saja,” ujar dia.

Dirinya mengungkapkan, saat ini perkuliahan di kampus-kampus China masih dalam masa libur semester. Libur dijadwalkan hingga awal Maret mendatang. Namun apabila kondisi virus corona ini belum mereda, kemungkinan masa libur mereka akan diperpanjang.

“Kita juga nunggu informasi dari dosen dan kawan-kawan di sana sebelum kembali untuk kuliah lagi,” ujar dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*