Bunga Bangkai Setinggi Dua Meter Ditemukan Tumbuh di Desa Pelang Kenidai, Pagaralam

Bunga bernama latin, Amorphophallus Titanum setinggi dua meter tersebut tumbuh dan besar di Desa Pelang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam. (FOTO: IST)

MATA ANGIN, PAGARALAM – Bunga Bangkai langka kembali ditemukan di Sumsel.

Bunga bernama latin, Amorphophallus Titanum setinggi dua meter tersebut tumbuh dan besar di Desa Pelang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam.

Warga desa yang mengetahui keberadaan bunga tersebut langsung penasaran dan berbondong bondong untuk menyaksikan kebenarannya. Lokasi tempat penemuan bunga bangkai tersebut juga tepat berada di areal wisata Rizal Camping Ground, Kota Pagaralam, Sumsel.

Bunga bernama latin, Amorphophallus Titanum setinggi dua meter (FOTO: IST)

Menurut Pengelola Rizal Camping Ground Pagaralam, Rendi menyebut jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Pagaralam untuk mengecek lokasi dan memastikan tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang dilindungi.

Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, pihak pengelola camping ground pun akhirnya memasang pembatas di sekitar bunga bangkai.

“Keberadaan bunga tersebut pertama kali ditemukan oleh tim kita saat membersihkan aliran air terjun yang airnya tersendat. Baru lima menit memotong rumput dan tanaman mereka melihat ada yang menjulang aneh. Setelah dipangkas habis baru terlihat jelas (bunganya),” jelasnya.

Menurutnya, penemuan bunga bangkai di dekat area camping ground sudah dua kali terjadi. Penemuan pertama sudah terjadi cukup lama dari penemuan hari ini.

Lihat Juga :  Dorong Percepatan DOB KiKim Area, Daerah Layangkan Surat ke Presiden Jokowi

“Saya sempat tanya katanya sudah pernah juga terjadi. Jadi ini bisa jadi edukasi masyarakat yang mau melihat bagaimana proses mekarnya bunga bangkai tersebut,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, BKSDA Lahat, Martialis Puspito menjelaskan, bunga bangkai tersebut saat ini masih dalam proses tumbuh dan diperkirakan akan segera mekar dalam beberapa waktu lagi. Menurutnya bunga bangkai tersebut memang endemik wilayah hutan Sumatera, hanya saja tumbuhnya di tempat tertentu.

“Itu masuk dalam jenis Amorphopallus titanum, dan masuk dalam status dilindungi. Kita masih mendata berapa banyak jenis bunga bangkai yang tumbuh. Untuk di Pagaralam memang banyak,” pungkasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*