Bawaslu Sumsel Sebut Manajemen Logistik KPU Palembang dan Banyuasin Buruk

Ilustrasi Pencoblosan

MATA ANGIN — Banyaknya permasalahan dalam penyelenggaraan pemilu di Palembang dan Banyuasin tengah diselidiki oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan. Bawaslu menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang dan Banyuasin tidak bisa menjadi penyelenggaran pemilu yang baik.

Komisioner Bawaslu Sumsel Junaidi mengatakan, di Banyuasin setidaknya diketahui ada tiga permasalahan dalam penyelenggaraan pemungutan suara pada 17 April lalu. Yakni hilangnya 5 kotak dan ratusan surat suara capres-cawapres, terlambatnya logistik tiba di tempat pemungutan suara (TPS), serta tertukarnya surat suara di 445 TPS pada 4 kecamatan.

Sementara untuk di Palembang, diketahui di beberapa TPS yang melibatkan ratusan daftar pemilih tetap (DPT) kekurangan surat suara capres-cawapres. Hal ini, ujar Junaidi, membuktikan bahwa KPU tidak menerapkan manajemen yang baik.

“Kesimpulan awal kita bahwa manajemen logistik KPU buruk. Banyaknya kekurangan surat suara pilpres ini menandakan KPU ataukah PPK-nya tidak cermat dalam manajemen logsitik. Sehingga banyak yang kurang dan tertukar. Padahal disortir sudah, hitungan surat suara sudah dilakukan. Kok bisa kurang ? Bisa salah?” ujar Junaidi, Jumat (19/4/2019).

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada Bawaslu apabila menemukan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu, baik adanya dugaan unsur kesengajaan maupun kelalaian. Masyarakat diberi waktu 7 hari pasca pemungutan suara, atau maksimal pada 24 April untuk melapor. Nantinya laporan akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu maksimal 12 hari pasca pelaporan.

“Untuk surat suara pilpres yang kurang itu, ada rekomendasi kedua selain laporan yang ada di 2 TPS di Kecamatan Ilir Timur II. Itu akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu Kota Palembang. Bisa unsur kelalaian, bisa kesengajaan, tergantung dari hasil penyelidikan nanti. Sanksi terberat, pelanggaran administrasi bisa pembatalan hasil penghitungan oleh KPU. Jadi bisa pemilu ulang, atau susulan, lanjutan, macam-macam. Tergantung [hasil penyelidikan],” ujar dia.

Lihat Juga :  Satu Pasien Positif Virus Corona di Sumsel

Sebelumnya, Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengatakan, keputusan dilakukannya pemungutan dan penghitungan suara susulan berdasarkan rapat pleno, Kamis (18/4) malam, setelah mempertimbangkan adanya beberapa masalah di lokasi tersebut.

Untuk 2 TPS di Palembang, yakni TPS 036, Kelurahan 2 Ilir dan TPS 011, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II terdapat kekurangan ratusan surat suara capres-cawapres. Karena kekurangan surat suara tersebut, seluruh dafar pemilih tetap (DPT) menolak untuk mencoblos. Sehingga dilakukan penundaan.

“Pelaksanaanya dilakukan pada 21 April mendatang, ini sesuai pengajuan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Kita berharap partisipasi masyarakat tetap tinggi, karena pemilu susulan ini sebagai upaya KPU melindungi hak pilih masyarakat,” ungkap Kelly.

Sementara untuk di Banyuasin, adanya kesalahan cetak dalam surat suara caleg DPRD Kabupaten di 445 TPS yang ada di 4 kecamatan yakni Pulau Rimau, Betung, Tungkal Ilir, dan Suak Tapeh. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*