Antisipasi Sebaran Covid-19, AJI Kota Palembang : Jangan Ditutup-Tutupi, Semua Informasi Corona Wajib Diketahui Publik

AJI Kota Palembang (FOTO: DOK AJI KOTA PALEMBANG)

MATA-ANGIN, PALEMBANG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palembang mengapresiasi langkah sejumlah perusahaan pers yang sudah membekali dan merumuskan panduan keselamatan bagi jurnaslisnya selama peliputan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Selain itu, berdasarkan data yang didapat AJI Palembang, ternyata sejumlah perusahaan media juga sudah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk editor dan sebagian reporternya.

Aji YK Putra misalnya, Jurnalis Kompas.com sekaligus pengurus AJI Palembang ini mengatakan, sudah ada seruan dari perusahaannya tentang kerja reportase dalam kondisi sekarang.

“Tugas-tugas ke lapangan diserukan ditunda sepanjang tidak mendesak sekali. Kontak dan konfirmasi bisa dilakukan via telepon,” katanya menggambarkan seruan dari perusahaannya.

Weni Wahyuni, Editor Tribunsumsel.com juga mengungkapkan perusahaanya mengintruksikan untuk melakukan proses editing dari rumah.

Sementara, Ketua AJI Palembang, Prawira Maulana menegaskan langkah tersebut sudah tepat dan mengapresiasinya.

AJI Palembang sadar betul bahwa pekerjaan jurnalis saat ini sangat rentan terpapar virus Corona. Tapi memang di sisi lain, masyarakat saat ini sangat membutuhkan informasi dari jurnalis agar tak tersesat pada info sembarangan yang hoax dan tak teruji kebenarannya. “Prinsipnya tidak ada berita yang seharga kesehatan dan nyawa,” kata Prawira Maulana dalam siaran pers, Senin (16/3/2020).

Prawira menambahkan, kewajiban bagi perusahaan media untuk membekali alat-alat keselamatan dan kesehatan bagi jurnalis, khususnya bagi peliput perkara yang berhubungan dengan Corona.

Lihat Juga :  Semangat Peringatan 75 Tahun HUT RI, DPD PDI Perjuangan Sumsel Gagas Parade Lomba "New Spirit Perjuangan"

Selain itu AJI Palembang juga mengimbau pada pemerintah atau otoritas terkait perkara Corona untuk tidak menyembunyikan informasi penting yang berhubungan dengan corona. Khususnya informasi yang memang butuh diketahui oleh publik.

Sebagai langkah pencegahan, AJI Palembang juga mengimbau kepada narasumber untuk meminimalisir agenda konferensi pers tatap muka yang melibatkan kerumunan. Harapannya, meminimalisir kerumunan tentu mengurangi resiko penyebaran.

“Narasumber bisa menyiasatinya melalui siaran pers resmi lewat surat elektronik dengan foto dan video lengkap. Informasi yang ingin disampaikan juga bisa dipublish lewat akun media sosial resmi atau melalui website resmi,” kata Prawira.

Yang terakhir, AJI Palembang mengimbau para jurnalis untuk menghindari pemberitaan dengan narasi-narasi yang bisa menimbulkan kepanikan. “Pemilihan diksi harus tepat dan sebuah informasi yang lebih cenderung menimbulkan kepanikan ketimbang pengetahuan hendaknya tidak usah dipublish saja,” tegas Prawira. (rel/*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*