Antisipasi Kemacetan, Pemerintah Bangun Jemabatan Darurat di Mesuji

Pemerintah membangun jembatan darurat di Mesuji selagi perbaikan jembatana permanen. (Mata Angin/Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN — Pasca ambruknya  jembatan Way Mesuji A di perbatasan Provinsi Lampung-Sumsel, Balai Besar Lampung bersama Pemda dan masyarakat setempat mengupayakan membangun jembatan darurat. Jembatan dengan kontruksi kayu gelam ini diperuntukan hanya bagi kendaraan pribadi dan roda dua.

Pengawas dari Balai Besar Lampung Wahyu menambahkan pihaknya sedang mengebut perbaikan jembatan yang ambruk pada Sabtu lalu. Untuk sementara ini, Wahyu mengatakan jembatan darurat yang dibuat hanya mampu menopang beban maksimal 4 ton.

“Target pengerjaan sekitar dua minggu, dan kita upayakan cepat selesai. Untuk kendaraan pribadi bisa lewat. Sementara untuk truk tetap melalui jalur lintas tengah,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Wakil Bupati OKI, HM Djakfar Sodiq saat meninjau kerusakan jembatan Way Mesuji mengatakan jembatan darurat ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang telah berlangsung tiga hari terakhir.

“Mudah-mudahan bisa membantu pengendara yang melintas. Ya, jembatan ini bisa dilalui khusus kendaraan pribadi,” kata Shodiq usai meresmikan pemakaian jembatan darurat Way Mesuji bersama Kapolres Mesuji Lampung, AKBP Edi Purnomo, S.IK, MM, Sekda OKI H Husin, Camat Mesuji, serta pejabat Pemkab OKI dan Pemkab Mesuji Lampung.

Lihat Juga :  Kepolisian Palembang Persiapkan Antisipasi Gelombang Massa ‘People Power’

Untuk menghindari kemacetan, Shodiq juga menghimbau bagi pengendara yang melintas untuk tetap tertib berlalu lintas.

“Kepada pengendara untuk sama-sama jaga ketertiban, jangan saling mendahului agar tidak menimbulkan kemacetan parah,” tutur Shodiq.

Kapolres Mesuji Lampung, AKBP Edi Purnomo, S. IK, MM didampingi Kapolsek Mesuji Darmanson mengungkapkan untuk menghindari gangguan keamanan, Polres Mesuji Lampung bersama Polres OKI gencar melakukan patroli bersama.

“Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab untuk lakukan kejahatan jalanan,” ujar Eddy.

Untuk menghindari hal tak diinginkan, pihaknya telah menyiagakan posko pengamanan tepat di jembatan.

“Ada dua puluh personel kita disiagakan, kita gencarkan lakukan patroli bersama serta mengimbau truk untuk melewati lintas tengah sesuai kesepakatan,” jelasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*