ACT Sumsel Kirim 40 Ton Bantuan Pangan untuk Korban Banjir dan Longsor Bengkulu 

ACT Sumsel mengirim 40 ton bantuan kemanusiaan berupa pangan untuk korban dan pengungsi bencana di Bengkulu, Jumat (4/5/2019). (Narazaya Ilmi)

MATA ANGIN –– Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan mengirimkan 40 ton bantuan pangan untuk warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di Bengkulu, Jumat (3/5/2019). Bantuan tersebut merupakan inisiatif 50 komunitas di Sumsel yang mengumpulkan dana dari ribuan donatur selama satu pekan terakhir.

Kepala Cabang ACT Sumsel Ardiansyah mengatakan, 50 komunitas ini sebagian besar digerakkan oleh kaum muda yang mengumpulkan dana dengan cara yang kreatif dan beragam selama sepekan. dari hasil pengumpulan dana tersebut, dikonversikan menjadi bantuan makanan seperti beras, minyak goreng, gula, obat-obatan, dan lainnya.

“Kita kirim bantuan ini hari ini menggunakan 5 truk pengangkut. Selain bantuan makanan, kita juga kirim 10 relawan yang terdiri dari 3 relawan medis dan 7 relawan sosial yang akan membantu proses evakuasi di lokasi bencana dan sejumlah posko yang sudah ada di sana,” ujar Ardiansyah usai melepas keberangkatan bantuan bersama Gubernur Sumsel Herman Deru.

Dirinya berujar, pengiriman bantuan ini merupakan pengiriman tahap pertama yang disalurkan. Pihaknya masih terus melakukan penggalangan dan untuk mengirim bantuan lainnya dalam waktu dekat. Bantuan selanjutnya tidak berupa pangan, namun berbentuk perlengkapan serta pakaian dan peralatan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pengungsi.

Lihat Juga :  Masuk Kategori Kota Rawa, Sungai dan Dataran Rendah, Pembuatan Masterplan Pengendalian Banjir Dinilai Mendesak

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendukung penuh inisatif ACT Sumsel tersebut. Pemprov Sumsel pun beberapa waktu lalu sudah mengirimkan bantuan logistik untuk korban bencana di Bengkulu.

“Pemprov Sumsel pun sekarang sedang menangani banjir di Empat Lawang yang menyebabkan jembatan putus, 5 rumah hanyut, dan puluhan rumah terendam. Untuk di Bengkulu pun masih dalam perhatian kami, kalau memang masih diperlukan akan kita tambah untuk bantuan tenaga medis ke Bengkulu,” ujar dia. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*