25 Jam Hanyut Terbawa Arus Sungai, Jenazah Muzaimah Ditemukan di Desa Landur

Peristiwa

Jenazah Muzayana, warga Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang ini ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB di Desa Landur Kecamatan Pendopo, 25 jam setelah tim gabungan Basarnas, BPBD, Polri, TNI dan Tagana fokus melakukan pencarian. (FOTO: IST)

MATA ANGIN, EMPAT LAWANG – Setelah sebelumnya diketahui terpeleset saat hendak mencari rebung di Sungai Desa Air Lintang, Kecamatan Muara Pinang, Muzaiyana ditemukan tim SAR dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban warga Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang ini ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB di Desa Landur Kecamatan Pendopo, 25 jam setelah tim gabungan Basarnas, BPBD, Polri, TNI dan Tagana fokus melakukan pencarian.

Evakuasi korban berlangsung dramatis. Isak tangis keluarga korban keluarga korban tak tebendung ketika melihat jenazah Muzaiyana telah terbujur kaku.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang Kuswinarto korban ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB, Senin (24/02/2020), setelah 25 jam hanyut terbawa arus sungai.

“Enam kilometer dari tempat kejadian,” katanya.

Terpisah Camat Muara Pinang Sapardina Joli mengapresiasi atas upaya maksimal yang dilakukan tim untuk melakukan pencarian korban.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan masih utuh. Usai disemayamkan di rumah duka, korban juga dimakamkan di TPA Desa Suka Dana, tempat tinggal korban,” kata dia.

Sementara, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warga di Desa Suka Dana Kecamatan Muara Pinang yang meninggal akibat hanyut terseret arus Sungai Air Lintang.

Lihat Juga :  Kemensos Siapkan Cadangan Beras Bagi Daerah Terdampak Covid-19

“Saya sebagai Bupati Empat Lawang turut berduka cita atas meninggalnya Almarhuma Muzaiyana ,semoga beliau mininggal dunia dengan khusnul khotimah dan keluarga yang di tinggal agar diberi kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Muzaiyana (35) warga Desa Sukadana Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang hilang ditelan derasnya arus Sungai Air Lintang, sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (23/02/2020).

Hilangnya korban diduga setelah ia terpeleset dan jatuh usai mencari rebung (bambu muda) bersama anaknya Cindi (9) di sebuah tebing, di atas Sungai Air Lintang yang tak jauh dari pemukimannya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*