2 dari 4 Napi Kabur Rutan Pakjo Palembang Berhasil Ditangkap

Petugas berhasil menangkap 2 napi yang melarikan diri dari Rutan Pakjo Palembang, Minggu (7/7/2019).

MATA ANGIN — Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI Sumsel berhasil menangkap 2 dari 4 narapidana yang melarikan diri dari Rumah Tahanan Klas 1 Pakjo Palembang.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sumsel Sudirman D Hury membenarkan hal tersebut, Minggu (7/7/2019). Identitas kedua napi tersebut yakni David Haryono alias Ono dan Syarih Hidayat.

“David ditangkap tadi Sabtu (6/7/2019) malam. Kalau Syarif menyerahkan diri, semalam juga,” ujar dia.

Sementara 2 napi lainnya, yakni Subhan dan Feri masih dalam pengejaran petugas. Pihaknya berkoordinasi bersama Polda Sumsel dan BNNP Sumsel untuk mengejar terpidana 20 tahun penjara atas kasus peredaran narkoba tersebut.

“Sebanyak 15 petugas piket jaga saat para napi itu kabut masih kita beri kesempatan untuk melakukan pengejaran sampai sore ini. Besok mereka akan saya panggil untuk pemeriksaan internal,” ujar dia.

Dalam pemeriksaan tersebut, Sudirman berujar, pihaknya akan mendalami apakah ada unsur kelalaian atau keterlibatan petugas saat malam para napi melarikan diri. Diketahui, para napi melarikan diri dengan memotong terali besi menggunakan gergaji.

“Tim yang akan melakukan pemeriksaan sudah dibentuk dari Kanwil dan Rutan yang dipimpin Kepala Divisi Pemasyarakatan. Untuk dua warga binaan yang ditangkap sudah berada di LP dan masih menjalani peneriksaan oleh petugas,” kata Sudirman.

Lihat Juga :  Dirawat di Ruang Isolasi Corona, Observasi 1 Pasien di Palembang Tunggu Hasil Lab

Diberitakan sebelumnya, Empat orang narapidana melarikan diri dari Rumah Tahanan Klas 1 Pakjo Palembang, Jumat (5/7). Para napi kasus narkoba tersebut melarikan diri dengan cara menggergaji terali besi dan menjebol tembok rutan.

Diketahui, napi yang melarikan diri tersebut yakni David Haryono alias Onoh, Subhan, Feri, dan Syarif Hidayat. Ono divonis 20 tahun penjara atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 3 kilogram. Penangkapannya berdasarkan pengembangan penyelidikan setelah dibekuknya Subhan dan Feri yang menjadi kurir sabu-sabu milik Ono tersebut oleh BNNP Sumsel.

David merupakan bandar yang mengendalikan transaksi narkoba di kawasan Lubuk Linggau dan Sumsel pada umumnya dari balik jeruji sel Lapas Klas 2A Lubuk Linggau. David ditahan di Lubuk Linggau sejak Mei 2018 sebelum dicokok kembali oleh BNNP Sumsel. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*