17 Agustus, Shelter Dempo Ajak Para Petualang Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Bukit Besar

Komunitas pecinta dan penikmat alam Shelter Dempo mengajak bertualang bersama mendaki Bukit Besar, Lahat dan mengibarkan bendera Merah Putih saat HUT ke-75 Proklamasi, Senin (17/8/2020). (FOTO: Dok Shelter Dempo

MATA ANGIN, Palembang – Komunitas pecinta dan penikmat alam Shelter Dempo kembali menggelar pendakian bersama. Kali ini, Bukit Besar di Kabupaten Lahat yang menjadi sasaran tim Shelter Dempo untuk mengibarkan Sangsaka Merah Putih tepat pada Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2020) mendatang.

Ketua Pelaksana Kegiatan Ferdiansyah mengatakan, perjalanan akan dimulai pada Minggu (16/8/2020) di Palembang. Pihaknya menyediakan bus untuk berangkat bersama hingga ke Desa Perangai, Lahat. Setelah enam jam perjalanan, rombongan diperkirakan tiba di Perangai dan akan melanjutkan perjalanan selama satu jam ke Desa Tanjung Beringin.

“Desa Tanjung Beringin ini titik awal pendakian kita. Setelah istirahat selama satu jam, pendakian akan kita mulai,” ujar laki-laki yang akrab disapa Dedek ini kepada Mata-angin.co.id.

Pendakian diperkirakan akan memakan waktu selama tiga jam. Setelah sampai di puncak bukit, mereka akan mendirikan tenda dan bermalam di puncak. Keesokan pagi harinya, pihaknya akan menggelar pengibaran bendera Merah Putih sebagai peringatan HUT ke-75 RI bersama dengan petualang dan pendaki lainnya.

“Kita pilih Bukit Besar karena saat ini banyak gunung lain masih ditutup jalur pendakiannya, seperti Dempo dan Kaba. Selain itu juga Bukit Besar juga dianggap sebagai Merbabunya Sumatra, memiliki pemandangan yang tak kalah indah dari gunung itu setelah kita sampai di puncak,” kata dia.

Dedek berujar, open trip kali ini merupakan yang kelima digelar oleh komunitasnya. Pertama kali menggelar open trip, Shelter Dempo mengadakan pendakian bersama di Gunung Dempo, Pagar Alam pada 2018 dan 2019 lalu. Trip ketiga digelar saat mereka mendaki Gunung Seminung, OKU Selatan pada Desember 2019 saat pergantian tahun. Terakhir, mereka mengadakan pendakian pertamanya ke Bukit Besar pada 18-29 Juli 2020.

Lihat Juga :  PDI Perjuangan Raih Suara Terbanyak di Sumsel, Namun Kalah Kursi

 

“Untuk slot peserta akan kita batasi maksimal 12 orang. Selama perjalanan pun kita mengajak dan berbagi pengetahuan bersama tentang pendakian gunung, pengetahuan tentang alam, dan sedikit banyak mengenalkan kepada peserta open trip tentang tujuan kita, Bukit Besar. Kami mengajak melestarian dan mencintai alam dengan datang langsung ke alam dan ikut merasakannya langsung,” ujar Dedek.

Shelter Dempo mematok biaya akomodasi Rp380 ribu per orang. Para peserta akan mendapatkan layanan transportasi pulang-pergi, konsumsi, dokumentasi, serta keperluan logistik dan P3K yang dibutuhkan selama pendakian.

“Ini terbuka untuk umum, siapa pun bisa ikut dengan kita. Mendaki bersama dan berbagi pengalaman serta pengetahuan mengenai alam,” jelas Dedek. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*